
batampos – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan
Covid-19 Kota Batam kembali mencatat tambahan satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia pada Senin (14/2/2022). Dengan demikian, total kematian di Kota Batam akibat Covid-19 telah mencapai 844 orang.
”Ya, update per hari ini terdapat penambahan satu orang pasien Covid-19 meninggal,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi.
Bila melihat data tim gugus tugas, penyebaran virus Covid-19 di Kota Batam semakin masif. Selain tambahan pasien meninggal, terdapat juga kasus baru yang angkanya mencapai 85 orang sepanjang 24 jam terakhir. Namun, pasien sembuh kemarin sebanyak 66 orang.
”Karena kasusnya kita bertambah, prokes 5M wajib dijalankan,” ujar Didi.
Sementara itu, satu siswa di SMA Negeri 20 Batam terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tersebut dihentikan selama tujuh hari dan kembali menerapkan pembelajaran secara daring.
Kepala Sekolah SMAN 20 Batam, Adi Saputra, mengatakan, pihaknya mendapat informasi ada satu siswa kelas 12 yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (12/2/2022) lalu. Sehingga pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri.
”Imbauan dari Dinas, mulai Senin (14/2/2022)ini sekolah ditutup dulu. Kemudian nanti kami lihat perkembangannya seminggu. Kebetulan ada juga surat dari Dinas untuk Tanjungpinang dan Batam itu belajar dari rumah dulu,” ujar Adi saat ditemui di SMAN 20.
Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan Puskesmas Baloi Permai. Namun, pihak Puskesmas Baloi Permai sudah mendapat informasi berkomunikasi dengan bagian siswa.
”Jadi, Senin (14/2) dilakukan tracing. Bagaimana hasilnya, mungkin bisa langsung ke puskesmas. Karena mereka yang melakukan tracing,” katanya.
Adapun tracing yang dilakukan tidak hanya kepada teman satu kelas anak yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun tracing juga dilakukan ke beberapa siswa yang dijadikan sampel dari kelas lainnya.
”Jadi, setiap kelas ada perwakilan sebagai sampel,” katanya.
Dijelaskannya bahwa saat satu orang siswa itu terkonfirmasi positif Covid-19, proses pembelajaran di SMAN 20 menerapkan sistem pembelajaran tatap muka. Dengan kapasitas siswa satu kelas sebanyak 50 persen.
”Dua minggu yang lalu kami juga sempat daring. Tapi mulai Senin (7/2) kami tatap muka lagi. Tapi hanya 50 persen. Ada dibagi Kelompok A dan Kelompok B. Rupanya anak dari kelompok A yang
datang ke sekolah ini yang terkonfirmasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari sisi penerapan protokol kesehatan (protkes), pihaknya telah menerapkan protkes yang ketat.
Sebelum masuk, siswa wajib mengecek suhu dan pihak sekolah juga telah menyediakan hand sanitizer dan tempat pencucian tangan di beberapa titik.
”Selain itu, wali kelas juga selalu ingatkan untuk jaga jarak, pakai masker dan sebagainya. Jadi, kami tidak tahu (siswa positif ) apakah dari sekolah, dari rumah atau dari luar,” imbuhnya.
Reporter: Rengga Yuliandra-Eggi Idriansyah



