Sabtu, 4 April 2026

Bea Cukai Lakukan Operasi Pasar dan Laut untuk Tekan Peredaran Rokok Ilegal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Bea Cukai Kota Batam melakukan pemusnahan rokok ilegal beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kasus penegahan barang ilegal oleh Bea Cukai Batam kerap dilakukan, akhir-akhir ini. Hasilnya, beberapa barang ilegal seperti rokok, banyak diamankan.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, M. Rizki Baidillah, mengatakan, penegahan rokok ilegal mayoritas didapatkan melalui operasi laut dan operasi di pasaran.

Dalam setahun, operasi ini bisa mencapai 111 kegiatan.

”Kegiatan ini rutin kami lakukan (operasi pasar dan laut). Tujuannya untuk menekan peredaran rokok ilegal,” ujar Rizki.

Dalam waktu sekitar 4 bulan, operasi tersebut berhasil menindak 35 kasus penyelundupan rokok. Dari penegahan itu, petugas mengamankan 774.943 batang rokok dari berbagai jenis dan merek.

Nilai barang bukti ini mencapai Rp 766.939.000 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 537.441.000.

”Barang yang ditindak terdiri dari berbagai jenis. Ini bukti komitmen Bea Cukai Batam dalam melakukan pengawasan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo, mengatakan, peredaran rokok ilegal dapat mempengaruhi penerimaan cukai hasil tembakau yang pada akhirnya juga akan berimbas pada penerimaan negara.

Khususnya, penerimaan cukai yang salah satu peruntukannya untuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

”Operasi ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi peretail, sehingga selanjutnya menjual rokok sesuai ketentuan. Diharapkan juga terjadi penurunan pasokan rokok ilegal dan sekaligus meningkatkan permintaan rokok legal,” katanya.

Ambang menilai, pemberantasan rokok ilegal tersebut juga dilakukan bersama instansi terkait. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk membeli rokok yang memakai pita cukai.

”Pakailah rokok yang memakai cukai, karena cukai ini sangat diperlukan negara kita. Kami harapkan Batam menjadi kawasan ekonomi yang kondusif, dan banyak investor yang masuk,” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

UPDATE