Jumat, 3 April 2026

Hotel di Batam Diminta Bertahan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: INT

batampos – Belum stabilnya pemulihan pariwisata turut memberikan dampak kepada pelaku wisata. Sejak pandemi satu per satu sektor perhotelan tutup, karena tidak sanggup dampak dari pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi penambahan hotel yang tutup.

Meskipun ada informasi yang menyebutkan ada tiga hotel yang tengah bersiap untuk mengakhiri masa aktif mereka.

“Secara resmi belum ada. Bahkan komunikasi via telpon atau lainnya juga belum,” kata Ardi.

Menurutnya, hotel yang tutup bisa karena memang tidak difungsikan lagi. Atau bisa juga karena berganti menajemen.

Biasanya hotel tak mampu bertahan karena tingkat okupansi yang rendah, sehingga tidak sanggup menutup biaya operasional.

“Namun sejauh ini biasanya banyak juga yang ganti manajemen. Tapi ada juga yang tutup total,” imbuhnya.

Ia mengakui selama ini Batam sangat bergantung dari wisman, sedangkan wisnus tidak terlalu mempengaruhi.

Akibat belum maksimalnya pembukaan pintu masuk Batam ke Singapura, dan Malaysia yang notabene merupakan penyumbang terbesar untuk Batam.

“Memang sudah dibuka, tapi sepertinya kedua negara hati-hati terkait program travel bubble atau lainnya yang diluncurkan pusat. Sebab ini kan sudah masuk bilateral,” jelasnya.

Mengenai informasi penutupan tiga hotel di Batam tersebut, menurutnya bisa disebabkan karena sepi dari pengunjung.

Sedangkan biaya operasional terus ada. Kepastian rencana penutupan hotel ini masih belum ada.

“Kalau sudah lapor tentu kami tahu. Tapi saya berharapnya pengelola hotel bisa bertahan. Sebab dalam waktu dekat ini suasana akan kembali normal. Sehingga hotel bisa kembali ke masa jayanya,” harap mantan Kabag Humas ini.

Pemerintah tengah melakukan percepatan pemulihan sektor pariwisata. Hampir semua program yang memudahkan masuknya wisman tengah dikerjakan.

Harapannya, tidak ada lagi hotel yang tutup operasional mereka.

Kendati demikian, Ardi menyebut saat ini total hotel mencapai 220 baik bintang dan non bintang.

Pembangunan hotel juga terlihat, hal ini terbukti dengan hadirnya Marriot Hotel, dan Mercure yang dalam tahap penyelesaian.

“Ada yang tutup dan ada juga yang bangun. Jadi semua berjalan. Ini membuktikan Batam siap keluar dari jeratan pandemi ini. Seperti diketahui sektor wisata paling banyak terdampak,” bebernya.(*)

Reporter: Yulitavia

UPDATE