Jumat, 3 April 2026

Cuaca di Batam Fluktuatif, Warga Disarankan Banyak Minum Air

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga Batam berpayung karena cuaca yang panas terik, Kamis (24/3). F.Dalil Harahap

batampos – Hingga akhir bulan, cuaca di Batam akan bersifat fluktuatif. Koordinator Bidang Data dan Informasi Stamet Hang Nadim, Suratman mengatakan bahwa kondisi cuaca masih terbilang normal, karena sebelum puncak hujan di Mei. Kondisi cuaca akan berlangsung seperti ini beberapa hari.

“Kadang hujan, terkadang panas. Jadi kondisinya panas, panas, lalu hujan. Atau bisa saja, panas sehari ini, besoknya hujan,” kata Suratman, Kamis (24/3).

Hujan yang terjadi lebih bersifat lokal, tidak menyeluruh di Batam. Suratman mengatakan hujan biasanya ditandai setelah suhu panas terik berlangsung sehari atau dua hari. Tapi setelah itu, hujan akan turun kembali.

“Jadi saat hujan turun ini, akibat penguapan yang tinggi. Suhu panas ini tidak sampai berhari-hari, sebab saat hujan akan sejuk lagi. Namun, hujan yang terjadi tidak menyeluruh, hanya bersifat lokal saja,” tuturnya.

Suhu panas di Batam, kata Suratman terpantau hingga 32 derajat celcius. “Batuampar itu tercatat 31,4 derajat celcius hari ini, dan di kawasan bandara sampai 32 derajat celcius. Suhu masih terbilang normal,” tuturnya.

Panas terik yang dirasakan masyarakat, selain disebabkan suhu tinggi. Tapi, juga tutupan awan yang minim. Sehingga paparan sinar matahari dirasa langsung, tanpa ada awan. “Dua hari ini sudah tanpa hujan, besok diperkirakan ada hujan. Tapi sifatnya lokal saja,” ungkapnya.

Kondisi ini berlangsung fluktuatif. Sebab cuaca kering dan suhu panas ini bisa berlangsung sehari atau dua hari. Tapi setelah itu, hujan akan turun kembali.

“Jadi saat hujan turun ini, akibat penguapan yang tinggi. Suhu panas ini tidak sampai berhari-hari, sebab saat hujan akan sejuk lagi. Namun, hujan yang terjadi tidak menyeluruh, hanya bersifat lokal saja,” tuturnya.

Saat suhu terasa panas, Suratman meminta masyarakat sering-sering minum air putih. Hal ini agar tidak mengalami dehidrasi. Selain itu, saat cuaca panas, masyarakat harus mengurangi kegiatan di luar ruangan.

“Potensi hujan rendah, dan suhu cukup panas. Jadi jangan bakar-bakar sampah atau ladang,” ungkapnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE