batampos – Sejak diberlakukan Selasa (22/3/2022) lalu, 136 wisatawan mancanegara (wisman) masuk Indonesia melalui Batam dengan skema bebas visa kunjungan khusus wisata dan Visa on Arrival (VoA) khusus wisata. Rinciannya, 132 wisman diberikan bebas visa dan empat wisman melalui VoA khusus wisata.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdilla, mengatakan, 136 wisman itu masuk melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Citra Tritunas Harborbay dan TPI Pelabuhan Nongsa Terminal Bahari Batam.
Sementara tiga pelabuhan lainnya yang menjadi pintu masuk wisman seperti TPI Pelabuhan Batam Center, TPI Pelabuhan Sekupang, dan TPI Pelabuhan Marina Teluk Senimba masih nihil.
”TPI Batam Center belum ada trip kedatangan dari Singapura. Masih nihil penumpang yang masuk dengan bebas visa VoA. Begitu juga Pelabuhan Sekupang dan Pelabuhan Marina Teluk Senimba untuk sementara masih kosong,” ujarnya, Minggu (27/3/2022).
Ia menjelaskan, untuk wisman yang masuk melalui skema bebas visa kunjungan khusus wisata akan diberikan izin tinggal selama 14 hari. Izin tinggal itu tidak dapat diperpanjang.
Sementara yang masuk melalui skema VoA, wisman diberikan izin tinggal selama 30 hari dan izin itu dapat diberikan perpanjangan satu kali. Adapun untuk tarif PNBP untuk VoA Khusus Wisata diberlakukan sesuai dengan Lampiran Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2019, yakni sebesar Rp 500 ribu.
”Izin tinggal yang diberikan itu sesuai SE (Surat Edaran) yang dikeluarkan,” kata dia.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor IMI-0533.
GR.01.01 tahun 2022. Tentang kemudahan keimigrasian dalam rangka mendukung pariwisata berkelanjutan di kawasan Batam dan Bintan pada masa pandemi Covid-19.
SE tersebut mulai berlaku pada tanggal 22 Maret 2022 pukul 00.00 WIB. Dalam SE itu diberikan bebas visa kunjungan khusus wisata untuk wisman yang berasal dari Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myan-mar, Singapura; Thailand dan Vietnam.
Sementara 25 negara yang diberikan fasilitas VoA, yakni; Amerika Serikat; Arab Saudi, Australia, Belanda, Brunei Darussalam, Filipina, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Meksiko, Myanmar, Prancis, Singapura, Spanyol, Taiwan, Thailand, Tiongkok dan Vietnam.
Sementara itu, meski jumlah kunjungan wisman baik yang menggunakan fasilitas bebas visa maupun VoA belum banyak, namun bagi pelaku pariwisata, itu menjadi awal penyemangat untuk bisa bangkit kembali.
Pasalnya, sejak pandemi melanda Indonesia, 2 Maret 2020, pariwisata di Kepri khususnya Batam langsung anjlok. Tidak hanya Pemerintah Indonesia, tapi negara tetangga juga menutup pintu-pintu internasional. Berbagai aturan menyulitkan orang untuk melakukan perjalanan, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kini, dua tahun lebih tiga pekan, Pemerintah Indonesia mulai melonggar aturan perjalanan, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Begitu pula di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Kedua negara ini mulai 1 April, sudah membuka pintu internasionalnya, tanpa menggunakan syarat-syarat yang memberatkan pelaku perjalanan luar negeri.
”Perjuangan dua tahun ini membuahkan hasil,” kata Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong, Minggu (27/3/2022).
Pembukaan pintu internasional para negara tetangga ini, kata Andy, adalah sesuatu yang sudah ditunggu sejak lama oleh para pelaku pariwisata. Sebab perjalanan luar negeri tanpa syarat yang ketat. Merupakan aturan yang sangat didambakan pelaku pariwisata.
”Kami sudah lama menunggu kemudahan aturan perjalanan ini, akhirnya,” ungkap Andy.
Ia mengatakan, perjuangan dua tahun ini, bukan hasil kerja para pelaku pariwisata semata. Tapi, banyak pihak yang terlibat, dan membantu memulihkan pariwisata di Kepri.

”Pak Gubernur yang terus memperjuangkan kemudahan aturan perjalanan, lalu Dinas Pariwisata, instansi terkait lainnya dan para media yang terus berjuang bersama kami,” ungkapnya.
Andy mengucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Singapura dan Malaysia, yang sudah membuka pintu internasional. Andy tidak melupakan banyak orang yang berjuang bersama untuk membangkitkan pariwisata di Kepri.
”Kami para pelaku pariwisata, mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pemerintah Indonesia, pemerintah daerah. Semoga kebangkitan pariwisata ini, ikut meningkatkan perekonomian Kepri dan sektor lainnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Buralimar mengatakan, hasil ini, bukan hanya kerja seorang semata. Tapi kerja semua pihak, sehingga aturan yang memudahkan perjalanan luar negeri maupun dalam negeri bisa terwujud.
”Untuk aturan perjalanan luar negeri di Kepri, pak gubernur sangat getol sekali melobi sana sini. Sebab, gubernur sangat risau dengan kondisi pariwisata yang semakin hari, makin tidak bagus,” ujarnya.
Buralimar mengatakan, sebenarnya awal kebangkitan ini dimulai dari pembukaan travel bubble. Pembukaan ini menjadi awal dari kebangkitan pariwisata.
”Saya melihat travel bubble menjadi titik awal. Makanya sejak awal travel bubble dilaksanakan, saya selalu bilang jalankan saja dulu. Biar nanti dinilai oleh pemerintah pusat atau negara tetangga. Buktinya selama travel bubble, semuanya berjalan lancar dan aman. Alhamdulillah, teman-teman pariwisata bisa tersenyum sekarang,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan para pelaku pariwisata menyambut kesempatan ini engan baik-baik. Protokol kesehatan tetap diberlakukan dengan baik di lokasi-lokasi pariwisata, sehingga tidak menimbulkan kasus Covid-19.
”Mari bersama-sama untuk meningkatkan pariwisata Kepri. Kami dari pemerintah provinsi, akan terus mendorong agar pariwisata dan ekonomi Kepri bisa tumbuh terus,” ungkapnya. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah | Fiska Juanda
Editor : RYAN AGUNG



