Jumat, 3 April 2026

Korea Selatan Tertarik Bangun Jembatan Batam-Bintan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (sedang menunjuk,red) saat meninjau landing point pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) di Batam, Kamis (18/3/2021). Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) tertarik menggarap pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang akan menggunankan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merancang Jembatan Babin menjadi jalan tol.

Keinginan tersebut disampaikan pemerintah Korsel dalam agenda pembahasan peningkatan kerja sama di bidang infrastruktur antara Kementerian PUPR dengan
Minister for Land, Infrastructure and Transport (MOLIT), Senin (21/3) lalu di Jakarta.

Adapun dalam pertemuan ini, terdapat beberapa agenda pembahasan. Pertama, pembahasan pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Kedua, pembentukan rencana dasar dan feasibility study (FS) untuk perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Negara (IKN),

”Meskipun di tengah pandemi Covid-19 dan ada beberapa program yang pelaksanaannya bergeser, kami harap kerja sama ini tetap terlaksana dengan baik,” ujar Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo, dalam keterangan pers.

Dijelaskannya, kini status Jembatan Babin dalam tahap studi kelayakan, pembebasan lahan, izin lingkungan, penyiapan dokumen lelang dan penyampaian readiness criteria kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Menurutnya, target penyelesaian pekerjaan tersebut Maret 2022. Lebih lanjut katanya, Jembatan Babin merupakan proyek jembatan bentang panjang dengan teknologi cable stayed dan nantinya akan menjadi jalan tol. Total panjang jembatan dan tol yakni 14,74 kilometer.

“Adapun rencana pendanaan proyek terdiri dari dua skema, yakni dukungan pemerintah melalui loan dan KPBU dengan model Minimum Revenue Guarantee (MRG),” jelas John.

Sementara itu, Wakil Menteri MOLIT, Yun Seong-won, menyampaikan bahwa Indonesia dengan Korea Selatan memiliki kemiripan geografis, yakni negara kepulauan.

Mereka juga menyebut telah memiliki pengalaman membangun jembatan di atas laut dengan sukses dan memiliki teknologi memadai di bidang
jembatan.

”Untuk itu, kami berharap bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Dikatakannya, pemerintah Korea Selatan berharap dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan Jembatan Babin ini melalui skema KPBU.

”Setelah kami pelajari, KPBU dengan model MRG kurang lebih sama seperti skema yang kami tawarkan yakni Availability Payment,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, Korea Selatan telah menyampaikan minat turut serta dalam pembangunan Jembatan Batam-Bintan untuk mendanai komponen cable stayed dengan skema KPBU.

Yakni dengan mengirimkan surat melalui Korean Exim Bank (KEXIM) kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, pada 22 September 2021 lalu.

Masih kata Yun, pemerintah Korea Selatan sudah menyampaikan ketertarikan mereka untuk mendanai proyek pembangunan Jembatan Babin.

Alasannya ternyata karena mereka telah mempunyai pengalaman sukses membangun jembatan di atas laut serta memiliki teknologi memadai.(*)

Reporter: Jailani

UPDATE