Minggu, 1 Februari 2026

Ada Pasar Murah, Ibu-ibu di Batam Malah Ngeluh Karena Hal Ini

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Operasi pasar murah yang digelar Pemko Batam diserbu masyarakat. Namun sebagian masyarakat mengeluh karena pelaksanaannya dilakukan saat akhir bulan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Hari kedua digelarnya operasi pasar murah oleh Pemko Batam di Kaveling Sambau, Nongsa, malah dikeluhkan sejumlah ibu-ibu, Selasa (29/3/2022).

Hal itu terjadi lantaran bazar tersebut berlangsung di akhir bulan, di saat belum masuk tanggal gajian. Mira, salah satu ibu rumah tangga mengaku cukup tergiur dengan harga sayur mayur di bazar tersebut.

Sebab, untuk harga cabai misalnya, cukup jauh berbeda dengan harga di warung-warung. Misalnya untuk cabai rawit hijau Rp 35 ribu per kilogram (kg), sedangkan di Pasar Botania 1, harganya Rp 5 ribu per ons, begitu juga dengan cabai merah keriting Rp 42 ribu per kg, di pasar Botania 1 seharga Rp 60 ribu.

Bawang merah dan bawang putih Rp 20 ribu per kg. Kentang Rp 12 ribu, tomat Rp 11 ribu.

”Di sini lumayan murah, bisa beli per ons juga, dan harganya tetap sama. Jadi memang tergiur dibanding belanja pasar dekat sini atau warung,” imbuhnya, yang dibenarkan emak-emak lainnya yang tengah berbelanja.

Hanya saja, lanjut Mira, waktu dilaksanakannya pasar murah tersebut kurang tepat. Sebab, dilaksanakan pada akhir bulan, pada saat banyak yang masih belum gajian.

”Pengin beli banyak, tapi duit tak ada. Kalau sudah gajian pasti beli banyak,” imbuh wanita berusia 45 tahun ini.

Pantauan Batam Pos, selain sayur mayur, bazar tersebut juga menyediakan berbagai bahan pokok, seperti gula, beras, tepung, minyak goreng,
gula, telur dan lainnya.

Ada juga ikan segar, daging beku dan ayam beku. Namun, yang paling diminati kaum ibu-ibu adalah sayur mayur, seperti cabai, bawang, tomat dan kentang. Begitu juga dengan telur yang per papan dijual Rp 40 ribu.

”Kalau bahan pokok lainnya, beras, gula dan minyak hampir sama dengan di swalayan, jadi kurang tertarik,” imbuh Sari, warga lainnya.

Begitu juga dengan harga cabai rawit merah atau cabai setan yang masih tetap tinggi atau sama dengan tempat lain, Rp 70 ribu per kg.

”Cabai lain murah, cuma cabai setan mahal, masih Rp 7 ribu per ons,” ujar Sari.

Sementara, Kabag Perindustrian dan Perekonomian Kota Batam, Zul Arif, mengatakan, setiap hari ada 2 lokasi digelarnya pasar murah. Untuk kemarin digelar di Seibeduk dan Nongsa.

”Untuk jam mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB. Kami melibatkan 55 distributor,” ujarnya.(*)

Reporter: Yashinta

Update