Jumat, 3 April 2026

Harga Diawasi, Minyak Goreng Curah Menghilang di Pasaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi minyak goreng curah. Foto: Jawapos.com

batampos – Minyak goreng curah yang harganya diatur dalam harga eceran tertinggi yakni Rp 14 ribu per liter atau Rp 15,5 perkilogram menghilang di pasaran. Banyak kios atau tokoh sembako di wilayah Batuaji dan Sagulung yang mengaku kehabisan stok minyak goreng curah.

Pedagang mengaku permintaan warga terlampau banyak sehingga stok yang diterima tidak mencukupi. Sekali datang stok langsung habis. Sebaliknya warga menduga ada unsur kesengajaan dari pedagang untuk menghilangkan sementara stok minyak curah demi larisnya minyak goreng kemasan yang harganya diatas Rp 20 ribu per liter.

“Sudah tiga hari ini saya keliling cari minyak curah tapi belum dapat. Habis semua di toko atau kios sembako yang saya datangi. Ada apa ini, kok tiba minyak kemasan mahal, minyak curah pun menghilang,” ujar Erika, warga pasar Melayu, Kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji, Kamis (31/3).

Sejumlah pedagang sembako di Pasar Fanindo ataupun SP Plaza Sagulung menyampaikan hal yang sama. Stok minyak goreng curah memang sedang kosong sebab permintaan dari warga cukup tinggi belakangan ini.

“Ada (stok) cuman cepat habis. Sudah dua hari ini kosong,” ujar Heru, pedagang sembako di Pasar Fanindo.

Wakil Wali kota Batam Amsakar Achmad saat meninjau operasi pasar sembako subsisidi di Sagulung, Rabu (30/3) minta pihak kecamatan, Polisi dan TNI untuk turun mengawasi peredaran minyak curah di lapangan. Amsakar menyebut stok minyak curah dan sembako lainnya tersedia cukup baik sehingga tidak ada alasan untuk menghilang atau dijual diatas harga HET yang telah ditentukan.

“Camat, Kapolsek, Danramil sudah kita koordinasi untuk turun pantau. Stok aman sampai dua bulan kedepan,” ujar Amsakar. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

UPDATE