Jumat, 3 April 2026

Ganti Syarat PCR dengan Antigen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pemerintah Provinsi Kepri menurunkan sebanyak 10 petugas swab di Pelabuhan Internasional Batam Center, sejak 2 April lalu. Mereka akan melayani ratusan wisman yang akan masuk melalui pelabuhan tersebut.

batampos – Aturan masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri, khususnya Batam dan Bintan sudah banyak berubah dan dipermudah. Namun, ada satu aturan yang diharapkan diubah, yakni syarat wajib PCR digantikan dengan antigen.

”Singapura sudah memberlakukan itu, Kepri masih membicarakannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri.

Ia mengatakan, perubahan aturan ini tergantung dari pemerintah pusat. Mestinya, kata Bisri, jika Singapura sudah membuka pintu internasional dengan syarat antigen, di Kepri pun sebaiknya berubah juga.

”Yah equal, mereka itu sudah antigen, kita PCR,” ujarnya.

Hal senada diucapkan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. Ia mengaku sudah menyampaikan unek-unek dari pelaku pariwisata supaya mengganti syarat PCR dengan antigen.

”Kami sudah sampaikan ke Kemenko dan Kemenpar, sekarang kami menunggu. Semoga di rapat Rabu (6/4) sudah ada perubahan,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri sangat mendorong perubahan aturan tersebut.

”Kepri memiliki kedekatan atau proximity dengan Singapura dan Malaysia, ini keunggulan komparatif kita. Sejak awal kedekatan Kepri sudah terjalin dalam berbagai bisnis keluarga, dan memberikan manfaat untuk pariwisata,” paparnya.

Kepri, kata Buralimar, memiliki daya jual yang bagus mulai dari alam hingga budaya. Selain itu, ada berbagai event kreativitas atau buatan yang mendunia baik di Bintan maupun Batam.

”Kepri di 2019 kedatangan 2,8 juta wisman, dan memberikan efek yang baik bagi perekonomian dan menghasilkan devisa untuk negara,” tuturnya.

Oleh sebab itu, dengan berbagai keunggulannya, Kepri memerlukan kebijakan khusus, terutama di bidang pariwisata. Selama pandemi, Pemprov Kepri terus mendorong peningkatan wisatawan Nusantara.

”Tapi jaraknya yang jauh dari beberapa provinsi, jadi jika mengandalkan wisnus Kepri kalah dari provinsi lainnya,” katanya.

Buralimar sangat berharap perubahan aturan pemeriksaan negatif PCR diganti dengan antigen. Sehingga semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisman.

”Kepri, khususnya Batam dan Bintan itu berbeda, mirip dengan Bali. Begitu pandemi, pariwisata yang selama ini menjadi salah satu andalan, langsung mengalami kemunduran. Jika aturan diubah, kemungkinan pariwisata bisa benar-benar bangkit,” pungkasnya.(*)

Reporter: Fiska Juanda

UPDATE