Rabu, 1 April 2026

Tiket Pesawat Penerbangan Langsung Sejumlah Rute Ludes

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Suasana di Bandara Hang Nadim. Lebaran kali ini penumpang diprediksi meningkat seiring mudahnya syarat perjalanan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Meski Lebaran masih lama, namun animo masyarakat Batam mudik sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat dari penjualan tiket mudik yang sudah habis untuk beberapa rute.

Terutama untuk penerbangan langsung beberapa hari jelang Lebaran. Penelusuruan Batam Pos di beberapa laman penjualan tiket online, tiket mudik jelang Lebaran yang tersisa harganya sudah mendekati ambang batas atas.

Bahkan, beberapa rute sudah tidak ada lagi menyediakan penerbangan langsung. Rute Batam ke Surabaya rata-rata di H-7 hingga H-1 Idulfitri sudah dijual di kisaran Rp 1,7 juta.

Rute Batam ke Jakarta H-7 hingga H-1 dijual di kisaran Rp 1 jutaan. Batam ke Pontianak Rp 1,3 juta, Batam ke Medan Rp 1 jutaan. Rute Batam ke Pekanbaru di H-3 sampai H-1 sudah tidak ada tiket langsung.

Rata-rata tiket transit dijual dengan harga Rp 2 jutaan. Waktu transit yang dibutuhkan masyarakat diperkirakan lebih dari 5 jam.

Sedangkan di H-7 sampai H-4, untuk rute Batam ke Pekanbaru masih ada penerbangan langsung yang dijual.

Harga tiket dijual di kisaran Rp 700 ribuan. Rute Batam ke Padang dari H-7 hingga H-5 tiket dijual harga Rp 900 ribuan.

Sedangkan dari H-4 hingga H-1 sudah tidak ada lagi penerbangan langsung, hanya menyisakan penerbangan transit.

Tiket yang dijual rata-rata Rp 2,4 juta. Rute Batam ke Palembang dari H-4 sampai H-1 hanya menyisakan penerbangan transit, dijual dengan harga kisaran Rp2 jutaan.

Penerbangan langsung rute Batam ke Palembang, adadi H-7 hingga H-5 dengan harga Rp 900 ribuan.

Distrik Manager Lion Air Grup, M Zaini Bire, membenarkan bahwa beberapa rute penerbangan langsung terjual habis.

”29 April ke atas sudah masuk super peak season,” ungkapnya kepada Batam Pos.

General Manager Bandara Hang Nadim, Bambang Soepriyono, sudah memprediksi Lebaran tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun 2021 maupun 2020.

Hal ini disebabkan tidak adanya larangan dan aturan bepergian lebih mudah. Saat ini, berdasarkan surat edaran terbaru, masyarakat yang sudah booster, tidak perlu lagi menyertakan surat negatif Covid-19.

Namun, bagi vaksin dosis kedua, harus menyertakan surat negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR maupun antigen.

Sedangkan yang baru vaksin dosis pertama, harus menyertakan surat negatif Covid-19, berdasarkan pemeriksaan PCR.

”Kemungkinan lebih ramai, tapi berapa angkanya. Saya belum bisa memprediksinya,” ujarnya.

Saat ditanyakan apakah ada ekstra flight? Bambang mengaku sampai sejauh ini belum ada permintaan secara tertulis maupun lisan dari beberapa maskapai.

”Saat ini belum ada,” ungkapnya.

Sementara itu, beberapa warga Batam yang ditemui mengungkapkan antusiasmenya untuk mudik.

”Sudah dua tahun tidak pulang, setelah tidak ada larangan, saya sekeluarga memilih pulang. Lagian kasus melandai dan kami semua sudah booster. Jadi berkurang juga kekhawatiran terpapar Covid-19,” kata M Taufik, warga Tiban.

Taufik mengaku membeli tiket di tanggal 24 April. Sehingga, ia mengambil cuti yang lebih panjang.

”Kemarin, sudah cek tiket di tanggal 29 atau 30, tapi sudah mahal dan tidak ada penerbangan langsung ke Padang. Sehingga, saya memilih berangkat, jauh-jauh hari,” ujarnya.

Hal yang senada diucapkan Ade, pekerja di kawasan Nagoya. Ia mengatakan sudah dua tahun tidak pulang lebaran ke Palembang.

”Tapi tak bisa berangkat dekat-dekat Lebaran, sudah habis tiketnya. Kalaupun transit, lama waktunya. Terpaksa saya memundurkan cuti,” ujarnya.

Baik Ade maupun Taufik berharap tidak ada perubahan aturan, jelang mereka mudik. Sebab jika ada perubahan aturan atau larangan mudik,
keduanya terpaksa kembali memendam kerinduan merayakan Lebaran lagi di kampung halamannya.(*)

Reporter: Fiska Juanda

UPDATE