
batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam akan kembali membahas terkait penerapan tarif parkir khusus yang rencananya diterapkan semester pertama tahun ini. Tarif parkir khusus naik setelah disetujui.
Meskipun sudah mengantongi persetujuan dari Menteri Keuangan, penerapan belum bisa dilakukan karena menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Ini mau kami bahas bersama kawan-kawan dari provinsi. Kalau menurut informasinya perubahan tarif ini belum bisa diterapkan karena surat rekomendasi dari Kemendagri belum ada,” kata Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah, Senin (12/4).
Ia mengatakan pertemuan ini merupakan upaya jemput bola dari Pemko Batam, untuk bisa segera menerapkan kenaikan tarif yah sudah disahkan beberapa bulan lalu ini. Menurutnya, jika tidak ada kendala akhir bulan ini sudah bisa jalan, namun ternyata masih terkendala, dan hal itu disampaikan dari provinsi.
“Kami sudah jemput bola, dan sudah sampaikan juga kepada kawan-kawan di provinsi terkait rencana penerapan tarif parkir khusus dalam waktu dekat ini,” jelasnya.
Azmansyah menyebutkan dari segi teknis sudah tidak ada masalah, karena sudah disetujui Kementerian Keuangan. Untuk selanjutnya tinggal menunggu rekomendasi dari Kemendagri.
“Nantinya akan menjadi satu dengan dengan Kemenkeu. Jadi Kemenkeu ini menjadi bagian dari Kemendagri nanti. Itu secara teknis dan runutannya,” imbuhnya.
Sesuai dengan perubahan tarif yang sudah disetujui, nantinya untuk kendaraan roda dua akan dikenai tarif parkir khusus Rp 2 ribu dari tarif sebelumnya Rp 1 ribu. Sedangkan untuk kendaraan roda empat dari Rp 2 ribu menjadi Rp 4 ribu untuk satu jam pertama.
Berdasarkan data sementara untuk perolehan pajak parkir masih sangat rendah. Dari target Rp 28 milyar, angka yang sudah tercapai masih Rp 1.8 miliar atau 6.54 persen. Hasil ini masih jauh dari harapan, untuk itu diharapkan dengan mulai pulihnya ekonomi, dari sisi pajak parkir ini bisa memberikan dampak terhadap penerimaan daerah dari segi pajak parkir khusus.
“Butuh kerja keras untuk mengoptimalkan PAD. Jadi mudah-mudahan semakin menggeliatnya ekonomi, bisa memberikan dampak positif terhadap capaian PAD di semester pertama mendatang,” terangnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



