
batampos – Masyarakat Batam yang berada di kawasan pesisir, terutama di Batumerah, Batu Ampar, harus mewaspadai potensi banjir rob. Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memperkirakan banjir rob ini akan terjadi dari 19 hingga 23 April.
“Banjir rob ini disebabkan dua faktor, jika salah satu faktor tidak ada. Maka kemungkinan banjir rob juga hilang,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Batam, Suratman, Rabu (20/4).
Ia mengatakan dua faktor banjir rob tersebut yakni terjadi kondisi bulan purnama dan hujan lebat. Sebab saat bulan purnama akan meningkatkan debit air laut. “Lalu ditambah hujan deras, debit air semakin meningkat. Maka terjadilah banjir rob itu,” ucap Suratman.
Oleh sebab itu, Suratman meminta masyarakat mewaspadai jika dua faktor ini datang di waktu yang berbarengan. “Tiga hari kedepan, potensi hujan itu ada. Sehingga masyarakat perlu waspada,” ujarnya.
Dari data forecaster Stamet Hang Nadim, cuaca di Kamis (20/4) dipengaruhi oleh faktor kelembaban udara lapisan atas, yang relatif rendah di wilayah Kepulauan Riau. Hal ini menyebabkan kurang berkontribusi dalam pembentukan awan-awan hujan di wilayah tersebut.
“Secara umum, kondisi cuaca esok hari diperkirakan berawan dan berpeluang hujan dengan intensitas ringan yang dapat disertai petir, kilat dan angin kencang di pagi, siang dan dini hari,” ungkap Suratman.
Selain itu, ia meminta masyarakat di Natuna dan Anambas yang beraktivitas di laut, mewaspadai gelombang tinggi. “Diperkirakan gelombang tinggi itu mencapai hingga 2 meter di Natuna dan 1,5 meter di wilayah Anambas,” pungkasnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA

