Minggu, 5 April 2026

Ada Kuda Lumping di Desa Wisata Bakau Serip

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Pengelola kawasan wisata Mangrove Pandang Tak Jemu di Kawasan Kampungtua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa, menyuguhkan pertunjukan tarian Kuda Lumping, Minggu (5/6/2022). Kesenian asal Jawa ini bisa dinikmati pengunjung yang tengah berwisata tanpa dipungut biaya.

F. Yashinta/Batam Pos
Pertunjukan seni Kuda Lumping di area kampung wisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Kampungtua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa, Minggu (5/6).

Alunan musik tradisional terdengar jelas saat memasuki kawasan wisata yang baru saja masuk 50 besar nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Pertunjukan yang ditampilkan puluhan seniman ini dapat dilihat di area panggung.

Mereka yang melihat pertunjukan ini dipastikan akan kagum. Apalagi didukung dengan alunan musik tradisional yang tak henti berbunyi. Saat pertunjukan itu, ada puluhan pasang mata yang tampak terhipnotis dan enggan menolehkan pandangan ke arah lain.

”Saya baru tahu ada tarian kuda lumping ada di sini. Sangat menarik sih menurut saya,” ujar Indah yang datang bersama keluarganya ke kampung wisata tersebut.

Wanita berusia 38 tahun ini mengaku datang ke kawasan wisata tersebut karena informasi di media sosial. Ia pun penasaran, sehingga mengajak keluarga berwisata.

”Ternyata bagus juga di sini. Ada wisata mangrove-nya. Kawasan sejuk, karena memang banyak pepohonan. Ditambah ada pertunjukan seni seperti ini, jadi menurut saya sangat menarik sih,” imbuhnya.

Menurut dia, masuk ke kawasan wisata itu, ia hanya membayar Rp 10 ribu per orang. Dengan lima anggota keluarga, ia hanya membayar Rp 40 ribu, dikarenakan satu anaknya masih balita.

”Tak mahal lah, untuk tempat wisata seperti ini, apalagi ada pertunjukan seninya, ” ungkap Indah.

Sementara, Pengelola Kawasan Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Geri, mengatakan bahwa pertunjukan seni di lokasi tersebut hampir setiap minggu digelar. Pertunjukan seni yang ditampilkan pun beragam.

”Ada banyak pertunjukan seni, khusus minggu ini tarian kuda lumping, untuk minggu depan mungkin beda lagi. Ada juga tarian reog dan lainnya. Jadi, biar tak bosan untuk event selalu kami ganti,” kata Geri.

Dijelaskan Geri, pertunjukan seni tersebut dapat dinikmati mulai pukul 10.00 WIB hingga 18.00. Tak ada pungutan biaya untuk pengunjung yang ingin menyaksikan hiburan tradisional tersebut.

Namun sebelum masuk ke lokasi, setiap pengunjung wajib membayar karcis seharga Rp 10 ribu per orang. Uang tersebut sebagai kontribusi pengelolaan kawasan magrove dan masyarakat.

”Untuk pertunjukan gratis, pertunjukan murni kami sunguhkan untuk menghibur pengunjung yang datang,” jelasnya.

Tak hanya disuguhi wisata mangrove dan pertunjukan seni, para pengunjung juga bisa menikmati kuliner daerah di lapak-lapak pengusaha UMKM lokal. Ada berbagai pilihan minuman dan makanan yang ditawarkan oleh masyarakat setempat.

”Jenis makanan beragam, ada teh tarik khas Kampung Tua Bakau Serip juga,” terang Geri.

Ditanya jumlah pengunjung kemarin, menurut Geri tak begitu ramai. Hal itu dikarenakan hujan yang turun cukup lama. Padahal biasanya pengunjung di akhir pekan bisa sampai 500 orang.

”Untuk hari ini paling sekitar 150 orang, karena memang hujan. Meski begitu kami tetap menyuguhkan hiburan tradisional,” kata Geri.

Tak hanya itu, Geri juga berharap ke depannya kawasan wisata itu bisa dapat perhatian lebih dari Pemerintah Kota Batam maupun provinsi. Apalagi, Kawasan Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu ini masuk ke dalam 50 besar nominasi ADWI 2022, mengalahkan ribuan kawasan wisata lainnya di Indonesia. Geri pun berharap kawasan tersebut bisa juara.

”Untuk Kepri, hanya kawasan ini yang masuk, kalau tak salah saya di Kepri ada 23 kawasan wisata yang ikut. Ke depannya, saya berharap ada support dan dukungan pemerintah, terutama untuk perbaikan fasilitas di kawasan ini. Begitu juga support dari pihak swasta. Saya optimis bisa juara,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Yashinta
Editor : RYAN AGUNG

UPDATE