Senin, 16 Maret 2026

JCH Batam Dapat Uang Saku dan Kacu Biru

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Ibadah haji di masa pandemi. Foto: Jawapos.com

batampos – Wali Kota Batam melepas 288 jemaaah calon haji (JCH) Batam yang akan berangkat menuaikan ibadah haji 15 Juni mendatang. Jemaah termuda berusia 20 tahun dan yang paling tua sesuai dengan aturan Pemerintah Arab Saudi yakni 65 tahun.

Rudi mengajak JCH untuk menjaga kesehatan, serta kekompakan agar bisa menunaikan ibadah dengan lancar, dan jemaah bisa kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat, serta tidak kurang apapun.

Selain melepas JCH, ia juga memberikan uang saku kepada JCH Batam. Masing-masing JCH mendapatkan uang sebesar Rp1 juta. Dana ini bersumber dari APBD Kota Batam yang dihibahkan kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam.

“Tidak banyak memang yang bisa kami berikan. Semoga bisa membantu untuk para JCH yang akan menjalankan ibadah haji,” sebutnya saat melepas JCH asal Batam di Radisson Hotel, Kamis (9/6).

Rudi berharap mereka bisa beribadah dengan tenang di Mekkah. Dan bisa pulang juga dengan hati yang tenang. Untuk mendukung terlaksananya ibadah haji yang sudah tertunda selama dua tahun ini, Pemko Batam juga mendanai kegiatan manasik haji tingkat Kota Batam yang digelar di Radisson selama satu hari.

Ia mengungkapkan momen ibadah haji tahun ini tentu sangat dirindukan. Karena pandemi Covid-19, pelaksanaan haji ditunda selama dua tahun. Tidak saja itu aturan haji tahun ini juga membuat banyak JCH yang sudah menunggu lama tidak diperbolehkan berangkat, karena faktor usia mereka yang sudah di atas 65 tahun.

“Untuk itu, saya mendoakan semoga perjalanan ibadah kali ini lancar. Dan kerinduan selama dua tahun lalu bisa terbobati dengan berangkat ke tanah suci. Semoga bapak ibu menjadi haji yang mabrur,” harapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar mengatakan JCH yang berangkat nanti juga akan mengenakan kacu berwarna biru, yang merupakan sumbangsih Pemko Batam. Kacu ini merupakan tanda bahwa JCH merupakan asal Batam.

“Bisa jadi sebagai tanda. Karena di tanah suci jutaan umat muslim yang melaksanakan ibadah. Jadi kalau ada kacu ini bisa menjadi simbol satu rombonga, dan antisipasi agar tidak tersesat juga antar JCH,” ujarnya.

Mengenai uang saku yang diberikan Pemko Batam, Zul menyebutkan uang tersebut merupakan hibah dari Pemko Batam kepada Kemenag Batam. Nantinya uang saku akan ditranfer langsung ke rekening JCH.

“Sebelum berangkat uang sudah ditranfer ke rekening mereka. Jadi statusnya dana hibah. Dan ini merupakan bentuk perhatian Pemko Batam terhadap JCH yang sudah menunggu dua tahun untuk berangkat, karena pandemi Covid-19,” jelasnya.

Zulkarnain menambahkan kuota haji Batam tahun ini menyesuaikan dengan pemerintah Arab Saudi. Tidak saja itu sebelumnya, panitia haji sudah melakukan verifikasi JCH yang memenuhi syarat untuk berangkat.

“Kalau tidak salah ada 80 lebih JCH yang harus dihapus dari daftar tunggu yang seharusnya berangkat tahun ini, karena alasan usia di atas 65 tahun. Ini di luar kekuasaan kita, karena sudah dari sana,” terangnya.

Meskipun begitu, kepada 288 JCH yang berhasil berangkat tahun ini, pihaknya mendokanan agar JCH bisa berangkat, beribadah, dan kembali ke Batam dengan selat dan sehat.

“Jaga kesehatan, dan ikuti pembimbing yang nanti menjadi ketua kloter. Jangan sampai kehilangan rombongan,” sebutnya.

Ia menyebutkan JCH asal Batam akan diberangkatkan pada kloter pertama dan empat. Meskipun berbeda waktu kenerangkatan, ketika tiba di tanah suci, panitia yang akan menyambut. Nantinya mereka akan berada satu asrama atau tempat tinggal.

Zulkarnain menambahkan jemaah haji yang berangkat saat ini sudah menunggu 10 tahun bahkan ada yang 23 tahun. Sehingga momen berhaji tahun ini sangat bermakna, setelah ditunda selama dua tahun, akibat pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, proses dan rangkaian persiapan berjalan dengan baik. Semua perlengkapan sudah selesai, dan semoga keberangkatan mereka lancar nanti,” harapnya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN