Kamis, 5 Februari 2026

Industri Kimia dan Farmasi Investasi Tertinggi di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Salah satu kawasan industri di Pulau Batam
foto: Dalil Harahap / Batam Pos

batampos – Sektor industri kimia dan farmasi ternyata menjadi investasi tertinggi di Batam pada 2022 ini. Baik itu investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, di 2022 ini, untuk investasi PMDN dalam bidang industri kimia dan farmasi sebanyak 4 proyek dengan investasi Rp 308,771.1 juta.

Sementara itu, investasi PMA di bidang industri kimia dan farmasi pada tahun ini nilainya sebesar USD 136,499.7 ribu. Dengan 12 proyek.


“Industri kimia dan farmasi ini cukup diminati, baik itu dari PMA dan PMDN pada tahun 2022 ini,” ujarnya, Selasa (14/6).

Ariastuty menjelaskan, selain industri kimia dan farmasi, minat investasi PMDN di bidang perdagangan dan reparasi juga tinggi, yakni nilai investasinya mencapai Rp 105,043.0 juta dengan 234 proyek.

Kemudian bidang transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan investasi sebesar Rp 69,730.0 juta untuk 35 proyek. Selanjutnya bidang pertambangan ada 6 proyek dengan investasi Rp 36,149.0 juta.

Terakhir, investasi dalam bidang perumahan, kawasan industri dan perkantoran ada 15 proyek dengan investasi sebesar Rp 19,300.0 juta.

“Untuk totalnya tahun 2022 ini ada 294 proyek dengan investasi Rp 538,993.4 juta,” katanya.

Sementara, untuk investasi dari PMA, selain di bidang industri kimia dan farmasi, tahun 2022 ini PMA juga bidang industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam. Dalam bidang ini, PMA berinvestasi sebesar USD 50,302.2 ribu dengan 62 proyek.

Kemudian dilanjutkan bidang industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya, dengan investasi sebesar USD 10,643.5 ribu. Dengan proyek sebanyak 50 proyek.

Selanjutnya, bidang perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi USD 9,852.6 ribu untuk 53 proyek. Terakhir bidang perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebanyak 23 proyek dengan investasi USD 9,151.3 ribu.

“Untuk PMA totalnya ada 200 proyek dengan investasi USD 216,449.3 ribu,” jelasnya.

Ariastuty menambahkan, pada tahun 2021 lalu total investasi PMDN yang masuk sebesar Rp 1,612,881.9 juta dengan proyek sebanyak 463. Sementara investasi PMA yang masuk sebesar USD 154,843.0 ribu untuk 161 proyek.

Adapun investasi PMDN itu di bidang perumahan, kawasan industri dan perkantoran; transportasi, gudang dan telekomunikasi; perdagangan dan reparasi; pertambangan; serta industri kimia dan farmasi .

Sementara, untuk investasi PMA dibidang industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam; pertambangan; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; industri lainnya serta industri barang dari kulit dan alas kaki. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah

Update