
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan hingga kini belum ditemukan sebaran virus Omicron BA.4 dan BA.5 di Kota Batam. Namun Dinkes Batam tetap melakukan antisipasi dengan penerapan prokes secara ketat.
“Jadi untuk langkah antisipasi, sama saja dengan sebelum-sebelumnya. Tetap prokes yang utama karena ini kan virus Covid-19, jadi sama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi.
Didi menyebutkan, kasus harian yang dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam jumlahnya sedikit. Sepanjang dua hari terakhir saja tidak ada sampel yang dikirim karena tidak ada penambahan kasus.
“Dua hari ini tak ada penambahas kasus. Terkahir Jumat (17/6) kemarin ada satu kasus,” bebernya.
Berdasarkan data sebaran Covid-19 Kota Batam, peningkatan kasus cenderung masih rendah. Sepanjang 24 jam terakhir tercatat ada satu orang pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Selain itu tidak ada pasien baru ataupun pasien meninggal.
Adapun kasus aktif di Kota Batam saat ini tersisa dua orang. Mereka adalah warga Baloi Permai dan Tiban Baru yang saat ini menjalani isolasi mandiri.
Untuk total kasus Covid-19 hingga Minggu (19/6) kemarin, Dinkes mencatat terdapat 30981 kasus. Dimana, 30.062 sembuh atau selesai menjalani perawatan dan 917 lainnya dinyatakan meninggal.
“Masyarakat diminta tetap waspada meski kasus di Kota Batam cenderung landai,” pungkas Didi.
Diketahui virus Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk Indonesia. Kementerian Kesehatan menyebutkan, kedua jenis subvarian virus ini memiliki tingkat rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.
Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan, Sabtu (11/6), dijelaskan, bahwa subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan terdeteksi di Indonesia pada 6 Juni 2022. Terdapat 4 kasus, yang terdiri dari satu orang positif BA.4 yang merupakan seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala, serta sudah divaksin dua kali.



