
batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam masih mendata berapa total calon siswa yang tidak lolos seleksi yang mendaftar ulang ke sekolah dasar negeri. Berdasarkan laporan, ada calon siswa yang sudah melanjutkan pendaftaran ke swasta karena tidak lolos seleksi PPDB negeri beberapa waktu lalu.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan berdasarkan laporan dari sekolah sampai saat ini mereka masih menunggu siswa yang mendaftar ulang. Pendaftaran ini dibuka khusus untuk mereka yang sudah dinyatakan tidak lolos.
Sekolah memutuskan untuk menampung semua calon siswa, karena desakan dari orangtua yang tetap ingin anaknya bersekolah di negeri. Pendaftaran ulang untuk calon siswa yang tidak lolos seleksi ini dibuka, usai siswa yang sudah lolos menyelesaikan pendaftaran ulang mereka.
“Ternyata untuk siswa yang sudah lolos ada yang tidak mengkonfirmasi kehadiran mereka. Sehingga kami memperpanjang jadwal daftar ulang. Nah, hari ini (kemarin, red) kami mulai buka untuk yang tidak lolos. Pendaftaran ulang masih berlanjut sampai sekarang, jadi kami belum tahu ini berapa total keseluruhan,” jelasnya, Selasa (21/6).
Usai pendaftaran ulang untuk calon siswa yang tidak lolos ini, baru diketahui berapa sebenarnya siswa yang masih tetap ingin bersekolah di negeri. Nanti, sekolah akan melaporkan ke Disdik untuk total keseluruhan.
“Kalau usai pengumuman yang tidak lolos itu total sekitar 1.200-an. Namun yang mengkonfirmasi kembali ke sekolah kami belum ada data. Kami juga masih menunggu sekolah lapor, setelah itu baru diketahui berapa rombel yang ditambah,” sebutnya.
Hendri menjelaskan beberapa kebijakan memang diambil untuk menampung siswa yang tidak tertampung. Pertama sistem pembelajaran dibagi menjadi dua sif. Hal ini upaya dalam mengatasi keuangan kelas atau rombel usai dilakukan penambahan.
Kedua adalah memanfaatkan ruang yang ada. Seperti ruangan perpustakaan atau laboratorium. Ketiga bisa juga dengan menaikkan volume jumlah siswa di kelas. Saat ini total satu kelas adalah 36 siswa.
“Selanjutnya adalah menambah fasilitas ruang kelas baru. Tentu ini membutuhkan waktu juga. Opsi lain sementara mereka pakai ruangan yang ada dulu. Jadi berbagai opsi kami ambil untuk mengatasi mereka yang tidak tertampung tersebut,” ujarnya.
Ia berharap sudah banyak dari mereka yang tidak lolos ini melanjutkan pendidikan di swasta. Hal ini bisa mengurangi dampak kelebihan siswa di masing-masing sekolah.
“Mudah-mudahan tak banyak yang tetap memaksa ke negeri. Karena akan berpengaruh juga terhadap kualitas pendidikan nanti,” imbuhnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



