
batampos – Pemerintah Kota Batam terus meningkatkan capaian pelaksanaan imunisasi anak guna mencegah terjadinya penularan penyakit seperti Campak, Rubela dan Difteri di Kota Batam. Pemberian imunisasi anak ini dituangkan dalam program Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Kota Batam Tahun 2022.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, berdasarkan data beberapa tahun terakhir menunjukkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin. Baik itu imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan, yang cukup signifikan. Hal ini tidak lepas dari adanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin di Kota Batam menjadi tidak berjalan optimal.
“Dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat kita lihat dari adanya peningkatan jumlah kasus PD3I dan terjadinya Kejadian Luar Biasa atau KLB PD3I seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah,” ujar Didi, Minggu (26/7).
Pemberian imunisasi ini menjadi salah satu solusi kesehatan dalam mencegah terjadinya penularan penyakit seperti Campak dan Rubela. Umumnya penyakit tersebut dilaporkan lebih mudah menyerang anak-anak dan dapat berakibat fatal jika tidak dilakukan pencegahan sedini mungkin.
Didi menyebutkan, capaian pelaksanaan BIAN tahun 2022 di Kota Batam cukup tinggi yaitu 47,67 persen atau 169.824 anak dari target 356.278 anak rentang usia 9 bulan hingga 12 tahun.
“Sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai target atau goal global seperti mencapai eliminasi campak rubela atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023 serta mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026,” tambah Didi.
Dijelasnya, Bulan lmunisasi Anak Nasional (BIAN) dilaksanakan secara terintegrasi yang meliputi dua kegiatan. Pertama kegiatan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak-rubela secara massal tanpa memandang status imunisasi sebelumnya kepada sasaran sesuai dengan rekomendasi usia yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah. Kedua, kegiatan imunisasi kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi anak usia 12 sampai dengan 59 bulan.
Terdapat tiga hal yang mendasari pelaksanaan BIAN di tahun 2022 ini, antara lain, komitmen Indonesia untuk Eliminasi Campak dan Rubella di Tahun 2023. Komitmen Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Global untuk Eliminasi Polio di Tahun 2026. “Dan ketiga mencegah munculnya wabah penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I) di tengah pandemi COVID-19 yang belum selesai,” ungkap Didi.
Kegiatan BIAN tingkat Kota Batam Tahun 2022, antara lain, Imunisasi Campak Rubela untuk usia 9 bulan – 15 Tahun dengan sasaran sebanyak 356.278 anak. Imunisasi Campak Rubella diberikan kepada seluruh anak usia 9 bulan- 15 tahun tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Selanjutnya, Imunisasi Kejar untuk bayi/balita usia 12-59 bulan, bagi bayi/balita yang sudah terlewat dari jadwal imunisasi seharusnya. Jumlah sasaran Imunisasi Kejar 81.529 anak.
Adapun tambah Didi, capaian Imunisasi BIAN dari tanggal 18 Mei-22 Juni 2022 di Batam sebesar 47,67 persen atau 169.824 anak dari target 356,278 orang anak. Selanjutnya, imunisasi kejar IPV sebanyak 2,89 persen atau 1.437 dari target 49.775. Imunisasi OPV 6,35 persen atau 1.387 dari target 21.828 anak dan imunisasi DPT-Hb-Hib15,10 persen atau 1.499 anak dari target 9.928 anak.
Sebagai diketahui sebesar 60 persen dari sasaran Imunisasi Campak-Rubella Provinsi Kepulauan Riau berada di Kota Batam. Sedangkan 57 persen capaian Imunisasi Campak-Rubella di Kepulauan Riau berasal dari capaian imunisasi Campak-Rubella Kota Batam.
“Jumlah sasaran vaksinasi di Kota Batam yang belum divaksin Campak-rubella sebesar 186.454 orang,” pungkas Didi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



