
batampos – Ratusan penutup bak kontrol (manhole) proyek pengerjaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Badan Pengusahaan (BP) Batam dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
General Manajer Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, sampai tercatat sebanyak 206 manhole yang dicuri. Dengan rincian, tipe Steel Cover House Connection sebanyak 15 unit; tipe Steel Cover Manhole 131 unit dan Steel Cover Manhole Tipe Kunci sebanyak 75 unit.
“Kehilangan ini sudah masif. Tidak sekaligus, tapi bertahap kita menemukan manhole cover yang hilang ini,” katanya.
Awal kehilangan manhole ini, kata Iyus, karena tidak adanya pengunci pada manhole. Setelah hilang, selanjutnya diganti dengan type yang menggunakan kunci. Namun, setelah diganti dengan type yang menggunakan kunci, manhole cover itu kembali dicuri.
“Sekarang merembet bukan hanya manhole di jalan utama saja, tapi juga manhole cover di perumahan. Itu bak kontrol yang lebih kecil, khusus bak kontrol dari rumah,” jelasnya.
Sehingga total kehilangan keseluruhannya ada 206 unit. Dengan harga satuannya Rp 3 juta dan dicetak di Korea.
Sementara untuk berat setiap manhole itu kurang lebih 20 kilogram dengan diameter yang berbeda antara manhole untuk di perumahan dan jalan utama.
“Untuk kerugiannya sekitar Rp 600 jutaan kalau dihitung keseluruhannya,” tuturnya.
Untuk antisipasi sementara waktu dan karena IPAL ini belum beroperasi, saat ini manhole yang hilang itu diganti dengan penutup yang terbuat dari beton. Sehingga dengan manhole yang terbuat dari beton itu, aman dari aksi pencurian sementara waktu.
“Totalnya kurang lebih manhole ini ada 2.600. Kalau untuk yang dari beton ini tidak sekuat dari besi ketika dilewati kendaraan,” katanya.
Dengan hilangnya manhole ini tidak hanya membuat kerugian untuk negara. Namun, hilangnya manhole ini akan membahayakan pengendara yang melintas.
Ia mencontohkan, beberapa waktu yang lalu sudah ada pengendara yang terjatuh karena hilangnya manhole itu.
“Jadi saya mengimbau jangan lah, lakukan pencurian,” katanya.
Terkait dengan pencurian ini, pihaknya telah mencoba melakukan penelusuran. Namun, pihaknya belum mendapatkan dimana manhole ini dijual.
“Laporan juga sudah beberapa kali kita buat ke kepolisian,” katanya.
Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi kehilangan terulang kedepannya, pihaknya akan berencana memasang CCTv.
Namun untuk pemasangan CCTv itu masih harus dikaji ulang lagi karena daya tahan CCTv portable hanya beberapa jam. Begitu juga koordinasi dengan Pemko Batam untuk menggunakan CCTv milik Pemko.
“Pernah koordinasi dan pernah hilang di Kepri Mall. Kita coba telusuri, tapi belum terdeteksi,” katanya.
Sementara untuk patroli dari Ditpam BP Batam juga sudah dilakukan selama 24 jam penuh. Namun, pencurian ini kerap beraksi saat tidak ada patroli. (*)
Reporter: Eggi Idriansyah



