Sabtu, 14 Maret 2026

Ini Dugaan Sementara Penyebab Terbakarnya Kapal KM Murah Rejeki di Batuampar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Personel Satpolairud Polresta Barelang mewawancarai salah satu ABK Kapal KM. Murah Rejeki yang mengakami kecelakaan laut. Foto: Humas Polresta Barelang

batampos – Kapal KM Murah Rejeki yang terbakar di Perairan Batuampar, atau disekitar Dermaga 99 diduga akibat korsleting. Selain melukai 3 Anak Buah Kapal (ABK), api menghanguskan seluruh bagian kapal berbendera Indonesia tersebut.

“Dugaan arus pendek. Tapi belum pasti, karena butuh pemeriksaan dari labfor,” ujar Kasat Polair Polresta Barelang Kompol R. Moch. Dwi Ramadhanto, Selasa (26/7) siang.

Ramadhanto menjelaskan dugaa korsleting tersebut berdasarkan pemeriksaan saksi, dan hasil olah TKP sementara.

Dari keterangan saksi, saat kejadian 3 ABK di kapal tengah tidur. Kemudian korban terbangun dan langsung menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.

“Seluruh ABK sedang tidur. Dan di kapal ada colokan listrik, cas hp, dan elektronik hidup,” katanya.

Untuk memastikan penyebab kebakaran, kata Ramadhanto, pihaknya mengirim sampel kebakaran ke Puslabfor. Sampel tersebut seperti serpihan bangkai kapal dan barang elektronik yang terbakar.

“Kapal kondisinya bagus. Tahun ini docking (perawatan),” ungkapnya.

Ramadhanto menambahkan saat ini seluruh korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros. Dua luka ringan dan satu menderita luka bakar cukup berat.

Diberitakan sebelumnya, Kapal KM Murah Rejeki terbakar di Perairan Batuampar, atau disekitar Dermaga 99, Jumat (22/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun 3 orang Anak Buah Kapal (ABK) terluka.

Ketiga korban yakni Junedi, 48, Rais 43, dan Elias, 69. Ketiganya kemudian dievakuasi ke RS Awal Bros. Diketahui kapal ini mengangkut 9 orang ABK, dan saat kejadian 6 diantaranya berada di darat.

Kebakaran ini berawal dari kapal berangkat dari Batu Pahat, Malaysia dan tiba di Pelabuhan Batu Ampar dengan membawa barang campuran pada Rabu (20/7) malam.

Kemudian kapal ini lego jangkar dan melakukan bongkar muat pada Kamis (21/7) sore. Usai bongkar muat, beberapa ABK meninggalkan kapal dan terjadi kebakaran pada dini hari. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

SALAM RAMADAN