
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi membuka kegiatan pelatihan berdasarkan unit kompetensi dan pelaksanaan kegiatan pengukuran produktivitas tingkat Kota Batam tahun 2022, di PIH Batam Center, Jumat (25/8/2022)
Kegiatan tersebut merupakan program yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Rudi memberkan apresiasi atas teselenggaranya kegiatan tersebut.
Rudi berharap, dengan pelatihan ini dapat memberkan manfaat bagi masyarakat Kota Batam. Khususnya para peserta yang mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi tersebut.
“Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat, dan mereka yang ikut dalam pelatihan ini bisa segera menemukan pekerjaa, sehingga angka pengangguran di Kota Batam ini bisa ditekan pasca pandemi Covid-19,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi ini sangat penting ditambah penguasaan Bahasa Inggris, karena itu pihaknya pun memberikan motivasi kepada para peserta kegiatan pelatihan.
Melalui pemanfaatan dana IMTA, Kota Batam terus berupaya menggelar pelatihan kerja, serta peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja yang ada di Batam.
“Kalau kompetensi meningkat, peluang kerja akan semakin banyak. Peningkatan jenjang karir juga akan tersedia, kalau kompetensi terus ditingkatkan,” sebutnya.
Batam menurutnya, masih menjadi daya tarik bagi pencaker dari luar kota. Untuk itu, melalui pelatihan ini Pemko Batam ingin meningkatkan keahlian dan keahlian agar bisa bersaing di dunia kerja.
“Sektor industri sampai saat ini terus bergerak. Sehingga kebutuhan tenaga kerja juga terus ada. Ayo, manfaatkan ilmu dari pelatihan ini untuk mendapatkan pekerjaan,” imbaunya.
Selain itu, Rudi juga memastikan Pemko Batam akan terus berupaya mendatangkan banyak investasi di Kota Batam. Sehingga dapat membuka banyak lapangan pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Disnaker Rudi Sakyakirti mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu program yang rutin diselenggarakan Pemko Batam setiap tahun.
“Tidak hanya bagi pencari kerja, pelatihan juga diberikan kepada para pekerja untuk meningkatkan kompetensinya,” kata Rudi.
Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut kata Rudi mencapai sekitar 1.000 orang peserta dengan 64 paket program pelatihan sedangkan anggaran yang digunakan mencapai Rp9 miliar.(*)
Reporter: Yulitavia



