
batampos – PDI Perjuangan Kepri menargetkan kemenangan di tiga pemilihan sekaligus pada pemilu 2024 mendatang. Target ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri, Soerya Respationo dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke III di Hotel Harmoni One Batamcenter, Sabtu (8/1).
“Target kami hattrick sudah pasti. Sebagai petugas partai, tugas utama saya dan kader partai, serta simpatisan adalah memenangkan PDIP di semua tingkat pemilihan,” kata Soerya dalam konfrensi pers usai acara.
Melalui Rakerda ini, PDI Perjuangan Kepri akan membentuk kekuatan untuk pemenangan semua calon yang akan diusung PDI-P. Petugas partai akan bergerak dari bawah sekaligus untuk merangkul kader hingga simpatisan, untuk bersama PDI-P untuk Pemilu 2024 mendatang.
Mengenai rencana pemenangan di Pemilihan Gubernur Kepri, dan Pemilihan Wali Kota Batam, maupun di kabupaten lainnya, Soerya mengungkapkan semua tergantung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.
Terkait koalisi dengan Golkar di daerah, ia juga menunggu keputusan dari pusat. Di daerah PDI-Perjuangan mencoba lebih solid dalam membangun kekuatan, agar calon yang diusung nanti bisa menang.
“Tugas saya sebagai petugas partai adalah memenangkan PDIP di Kepri. Untuk koalisi atau calon yang diusung nanti akan disampaikan usai ada keputusan dari pimpinan tertinggi partai,” ujarnya.
Sementara, Wakil Sekretaris DPP PDI Perjuangan, Arif Wibowo yang membuka Rakerda lll PDI-P tahun 2022, menyampaikan, rapat kerja adalah forum dengan tujuan untuk mengevaluasi kinerja partai. Partai dari waktu ke waktu harus memperkuat diri dan menjalankan ideologis kerakyatan.
Arif melanjutkan, saat ini hal yang sedang diikhtiarkan oleh PDI-Perjuangan, adalah memenangkan PDIP tiga pemilihan yang akan digelar di 2024 mendatang. Untuk itu dengan berbagai kegiatan partai dan sayapnya PDIP akan merapatkan barisan untuk kemenangan pada 2024 nanti.
“Pemilu harus menjadi instrumen pemersatu bangsa, bukan sebagai pemecah belah bangsa. Semua Partai Politik harus bersatu dan memperkuat bangsa. Rakernas ll kembali menegaskan, tetap berorentasi pada Pancasila dan UUD 1945,” jelasnya.
Target memenangkan Pilpres, Pileg, dan Pilkada menjadi fokus PDIP di seluruh Indonesia. Mengenai rencana koalisi sampai saat ini partai terus menjalin komunikasi dengan partai lainnya. Kesempatan koalisi terbuka dengan partai mana saja.
“Nanti akan diputuskan oleh Ibu Ketum. Kami sebagai petugas partai akan ikut dan bertugas memenangkan semua calon yang diusung, maupun yang didukung,” imbuhnya.
Ia menambahkan koalisi antara PDIP dengan partai lain masih dalam mas penjajakan. Begitu juga di daerah, pusat akan menerima informasi yang disampaikan oleh petugas partai di daerah.
Laporan dari daerah ini akan menjadi pertimbangan bagi DPP PDIP untuk membuka jalan dalam membangun koalisi. Disinggung mengenai koalisi untuk Pilpres Mendatang, Arif menjelaskan PDI Perjuangan tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan koalisi dan calon yang akan diusung.
“Soal bocoran dengan siapa koalisi nanti, kami tidak ada main bocoran. Kalau memang sudah ada dan dinilai mampu untuk mendukung visi dan misi partai akan diumumkan langsung nanti,” bebernya.
Ia berpesan target pemenangan di tiga pemilihan mendatang adalah tugas utama bagi PDIP Kepri. Target ini tentu membutuhkan upaya, dan usaha semua kader, simpatisan, dan pimpinan partai di Kepri. Untuk itu, dari sekarang bentuk kekuatan, agar target tersebut bisa diwujudkan.
“Melalui acara ini harusnya nanti sudah dipetakan apa yang menjadi tugas, target, dan upaya dalam memenangkan PDIP di 2024 mendatang,” tutupnya.
Sebelumnya, Sabtu (9/10) pagi, Puan Maharani bersama Airlangga Hartanto menggelar lari pagi bersama di Monas. Sinyal koalisi partai Golkar dan PDIP Kepri juga diduga mulai terjalin, karena kedatangan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dalam Rakerda III PDIP Kepri di Hotel Harmoni One.
Gubernur Ansar menyampaikan hasil pemilu 2019, harus diakui bahwa Partai PDI Perjuangan masih mendapatkan hati dari masyarakat khususnya di Provinsi Kepri maupun kota Batam.
“Bukan posisi kemenangan yang menjadi prioritas. Namun, terpenting, adalah kekompakan antar partai khususnya di provinsi tetap terjaga,” ujar Ansar.
Terkait koalisi antar Golkar dan PDIP Kepri, ia mengatakan semua kemungkinan terkait hal itu bisa saja terjadi. Kendati demikian, ia juga belum bisa memberikan komentar lebih luas mengenai hal itu. Karena semua keputusan bersumber dari Ketua Umum Partai Golkar nantinya.
“Kita akan sejalan dengan pusat. Jadi apa yang menjadi arahan dari atas, akan dijalankan sampai ke tingkat daerah,” imbuhnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



