Minggu, 1 Februari 2026

Bazar Kuliner Dorong Perputaran Ekonomi Lebih Cepat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, melihat deretan stan bazar kuliner di Plaza Botania I, Batam Kota, beberapa waktu lalu. Foto: Disbudpar Kota batam untuk Batam Pos

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebutkan, kegiatan bazar kuliner yang digelar di berbagai titik membuat perputaran ekonomi lebih cepat.

“Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, stan-stan bazar mulai hadir di beberapa lokasi. Ini mendorong perputaran ekonomi, dan daya beli masyarakat bisa meningkat. Terbukti dari ramainya setiap kegiatan bazar kuliner yang diselenggarakan kawan-kawan UMKM,” kata dia, Jumat (14/10/2022).

Pelaku UMKM merupakan penopang ekonomi di Indonesia, tidak terkecuali di Batam. Saat pandemi Covid-19 terjadi, banyak pelaku usaha yang menutup usahanya. Sekarang adalah momennya bangkit,” ujarnya.

Amsakar berharap industri kuliner, bisa memperlihatkan hasil yang lebih baik, melalui pelaksanaan bazar yang sudah mulai sering digelar saat ini.

Tidak saja di bidang kuliner, ia juga mendorong terciptanya lapangan kerja yang yang diserap dengan tumbuhnya sektor UMKM. Meskipun di tengah pandemi yang belum berakhir, pelaku UMKM masih berhati-hati dalam mengembangkan usahanya.

“Terbukti dengan bantuan permodalan yang kami tawarkan di Pemko Batam, serapannya masih rendah. Mereka masih sangat berhati-hati, karena ada kekhawatiran usaha mereka tidak berjalan lancar, sehingga kredit mereka tidak lancar juga,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepri, meskipun angka pertumbuhan sektor perbankan cukup baik. Serapan konsumsi kredit dari sektor UMKM masih terbilang stagnan.

Kepala OJK Provinsi Kepri, Rony Ukurta Barus, menyampaikan, kredit berdasarkan kategori usaha didominasi non UMKM dengan nilai Rp 35 triliun, sedangkan untuk usaha mikro Rp 2 triliun, usaha kecil Rp 4,2 triliun, dan menengah Rp 4,1 triliun.

“Karena masih dalam masa pemulihan, jadi memang konsumsi kredit di UMK masih terbilang biasa, dan belum ada peningkatan,” ujarnya.

Sedangkan untuk jenis penggunaan kredit didominasi oleh sektor konsumsi, investasi, dan modal kerja.

Ia mengungkapkan sektor perbankan terus bertumbuh, dan menunjukkan hasil yang positif. Rony berharap pelaku usaha bisa melalui masa sulit usai pandemi Covid-19, sehingga tingkat penyaluran bantuan permodalan bisa lebih baik dari sekarang.

“UMKM itu paling terdampak. Namun sekarang perlahan sudah mulai bergerak, seiring membaiknya perekonomian,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Update