
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat, realisasi investasi di Batam Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Batam sepanjang Januari-September 2022 atau semester III tahun 2022 tumbuh positif dibandingkan tahun 2021.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menerangkan, secara komulatif realisasi investasi Semester III 2022 PMA sebesar USD 499,7 juta dengan 1.282 proyek dan PMDN sebesar Rp 4,79 triliun dengan 2.559 proyek dari realisasi investasi di Batam.
Sementara, realisasi di periode yang sama tahun 2021 lalu, realisasi investasi PMA sebesar USD 457,4 juta dengan 1.502 proyek dan PMDN sebesar Rp 1,63 triliun dengan 1.574 proyek.
Baca Juga: Ini Store ke 78, The Harvest Hadir di Batam
“Untuk tahun 2022 sampai semester tiga ini, bisa kita lihat terjadi peningkatan nilai investasi. Terutama dari PMDN,” ujarnya.
Ia melanjutkan, untuk realisasi investasi PMA pada triwulan III 2022 masih didominasi oleh negara-negara di Asia dengan jumlah proyek sebanyak 341 proyek.
Dengan penyumbang terbesar adalah Singapura sebanyak 641 proyek dengan investasi sebesar USD 337,9 juta.
Baca Juga: BP Batam Raih Peluang Investasi Di Infrastructure Connect
“Selanjutnya disusul dari beberapa negara di Eropa,” katanya.
Sebelumnya, Ariastuty menyebutkan BP Batam memiliki Indikator Kinerja Utama atau disingkat IKU. Termasuk dalam pelaksanaan tugas promosi BP Batam untuk menarik investasi masuk.
Pertama, bekerjasama dengan pelaku usaha dan asosiasi usaha lokal dan nasional.
“Kita bekerjasama dgn berbagai asosiasi baik lokal, nasional dan internasional seperti HKI, BSOA, Apindo, Amcham (american chamber of commerce), SBF ( Singapore Business Federation ) dan lainnya, baru-baru ini BP Batam menerima HKI Indonesia. Kita terus berafiliasi,” ujar Ariastuty.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Lion Air dan Citilink Tujuan Batam-Medan, Batam-Jakarta, Batam-Padang
Kedua, kerja sama dengan kedutaan besar asing di Indonesia maupun kedutaan Indonesia di luar negeri.
“BP Batam juga menjalin hubungan dengan kedutaan besar negara asing, sebelumnya menerima kunjungan kedutaan besar Denmark tentang pengelolaan limbah, kedutaan besar Belanda tentang perkapalan dan kelautan dan kedutaan besar Amerika dan Canada di bidang digital dan semikonduktor,” jelasnya.
“Zoom meeting membahas potensi investasi dan promosi dengan Keduataan Besar Rusia, India, Malaysia dan UK. Pada awal desember nanti delegasi dari Rusia akan datang untuk melihat sendiri apa yg kami presentasikan pada waktu zoom,” ungkapnya.
Ketiga, aktif mengikuti pameran promosi baik dalam negeri maupun luar negeri.
Baca Juga: Penghitungan UMP Kepri Berlangsung Alot
“BP Batam juga mengikuti pameran seperti di Malaysia tentang industri halal dan promosi KEK serta pameran yang diinisiasi oleh Kementerian Industri dan pameran infrastruktur kerja sama dengan Bappenas,” lanjutnya.
Keempat, market sounding promosi langsung luar negeri.
“Yang bekerjasama dengan Dewan Nasional KEK Nasional dalam pengembangan KEK Kesehatan dan Pendidikan di Dubai dan Inggris,” sebutnya.
Baca Juga: BP Batam: Mobil PBK di Bandara Tunduk pada Aturan Permenhub
Untuk itu, ia berharap semua pihak bersinergi dengan BP Batam untuk tetap berjalan sejalan dengan pengembangan infrstruktur. Sehingga Batam tetap menjadi daya tarik investasi dengan kawasan khusus serupa di Kawasan Asia Pasifik.
“Tentunya BP Batam tidak sendiri, mari bersama-sama bersinergi untuk membangun kota yang kita cintai ini,” imbuhnya.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah



