
batampos – Aksi kriminalitas berupa pencurian bermotor (Curanmor) marak terjadi di kawasan Bengkong. Hal ini terbukti dari hasil pengungkapan polisi dalam sepekan belakangan.
Dalam sepekan belakangan, Polsek Bengkong mengungkap 3 kasus pencurian motor. Bahkan, satu diantara motor curian tersebut hendak dijual ke pulau luar Batam.
Kapolsek Bengkong, Iptu Muhammad Rizqy Saputra, mengatakan, untuk mengantisipasi maraknya kasus curanmor ini, pihaknya melakukan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan ke masyarakat.
Baca Juga: Vaksinasi Booster Fokus di 4 Wilayah di Kepri, Salah Satunya Batam
“Imbauan kita lakukan secara lisan maupun tulisan,” ujar Rizqy.
Ruzqy menjelaskan untuk imbauan secara lisan dilakukan langsung oleh personel Bhabinkamtibmas.
Imbauan itu berisikan agar masyarakat memarkirkan kendaraan di tempat aman, serta menggunakan kunci ganda.
“Lisan ini kita sampaikan juga saat kegiatan Jumat Curhat. Kemudian anggota yang patroli,” katanya.
Baca Juga: Kejari Batam Lelang Mobil dan Ratusan Ponsel serta Laptop Berbagai Merek
Sedangkan imbauan tulisan, Polsek Bengkong memasang spanduk di beberapa lokasi yang dianggap rawan pencurian motor. Seperti perumahan, pertokoan, dan pasar.
“Untuk spanduk kita pasang di lokasi rawan,” ungkapnya.
Maraknya kasus curanmor ini juga menjadi keluhan bagi warga Bengkong. Warga meminta polisi untuk meningkatkan patroli agar mengantisipasi pencurian.
Baca Juga: Pemko Minta Gubernur Bantu Tangani Kerusakan Jalan di Batam
Sebelumnya, Jajaran Polsek Bengkong berhasil mengamankan motor curian di Pelabuhan Roro Punggur, Nongsa. Motor tersebut diduga akan dijual ke pulau luar Batam.
Motor Honda Beat BP 2431 UO milik Dedi hilang digasak maling saat diparkirkan di depan kosannya di kawasan Telaga Indah, Bengkong Sadai.
Kemudian polisi menangkap Galang Nurhuda, warga Bengkong Laut di kawasan SP Plaza, Batuaji, Jumat (27/1) malam. Pria 18 tahun ini diciduk usai mencuri motor tetangganya.(*)
Reporter: Yofi Yuhendri



