Rabu, 4 Maret 2026

Anggota DPRD Kepri: Stok Ikan Masih Ada 700 Ton di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Suasana pasar Botania, batamcenter. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – DPRD Provinsi Kepri menyoroti isu impor ikan benggol untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Batam. Rencana impor tersebut dilakukan guna menstabilkan harga di musim ektrem.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, mengatakan stok ikan di Batam cukup banyak. Selama ini pasokan dari nelayan Kepri untuk Batam juga lancar.

Sehingga adanya wacana impor ini dinilai kurang tepat. Sehingga bisa merugikan nelayan yang selama ini sudah menjadi pemasok untuk kebutuhan ikan di Batam.

Baca Juga: Banjir Rob, Air Laut Rendam Perumahan di Tanjunguncang

“Stok ikan itu masih ada 700 ton di Batam. Jadi kalau pasokan dari nelayan kita cukup, kenapa harus impor lagi,” ujarnya saat meninjau gudang ikan di Jembatan 2 Barelang, Selasa (21/2/2023).

Wahyu menjelaskan, usai bertemu dengan pengusaha ikan, dapat disimpulkan bahwa stok ikan yang ada di Batam saat ini cukup.

Sementara terkait kelangkaan ikan di musim tertentu Wahyu pasokan tetap ada, meskipun tidak banyak.

“Namun harusnya itu tidak menjadi patokan ingin membuka kran impor. Apalagi ikan benggol yang banyak dijumpai di laut Kepri Batam ini,” bebernya.

Baca Juga: U-Turn Jalan Gajah Mada Tiban Segera Ditutup Permanen

Lanjutnya, bahkan stok yang ada saat ini diperkirakan cukup untuk setahun ke depan. Menurutnya, ikan yang ada saat ini adalah ikan hasil tangkapan para nelayan di Laut Natuna.

Kemudian, ikan tersebut dibawa ke sejumlah penampungan. Salah satunya di Jembatan 2 Barelang.

“Sekarang di gudang masih ada 700 ton ikan benggol. Jadi kalau mau impor, stok yang ada ini mau gimana. Begitu juga dengan nasib nelayan lokal yang selama ini sudah menjadi pemasok untuk Batam,” jelasnya.

Baca Juga: Spesialis Pembobol Mobil di Batam Akhirnya Ditangkap

Untuk itu, Wahyu Wahyudin meminta agar pemerintah daerah tak buru-buru mengambil keputusan untuk mengimport ikan dari luar negeri.

Ia meminta agar pemerintah daerah khususnya Pemko Batam segera mengecek langsung ke gudang penyimpanan ikan.

Pemerintah juga harus melindungi nasib nelayan lokal yang sudah menjadi pemasok selama ini.

Baca Juga: Pertamina Uji Coba Full Cycle dengan QR Code di Kepri

“Sebelum menggulirkan wacana impor harusnya dicek di gudang. Kalau memang sudah darurat ikan, impor boleh saja. Namun kalau stok melimpah mau gimana,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, mengatakan, impor ikan direncanakan untuk memenuhi kebutuhan perhotelan.

“Tahap awal perhotelan dulu, kalau untuk kebutuhan masyarakat belum,” sebutnya.(*)

Reporter: Yulitavia

SALAM RAMADAN