
Pemuda Pancasila Ikut dalam Pembangunan
ORGANISASI Pemuda Pancasila (PP) selama ini mampu menjadi salah satu garda terdepan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila. PP telah digembleng menjadi generasi yang memiliki semangat nasionalisme, cinta tanah air, cinta NKRI, dan memiliki semangat yang lebih untuk mencintai bangsa dan negara ini.
BACA JUGA: Drs Buralimar MSi, Mantan Birokrat Bergabung di PDI-P Kepri
Sayangnya kata Ketua MPW PP Kepri, Sunarto Poniman SH, di tengah kondisi seperti sekarang ini, masih ada oknum berusaha mencerai-beraikan Indonesia. Termasuk upaya ingin mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi yang lain. Ini tentu tidak boleh terjadi. PP, masyarakat dan pemeritah harus dekat. Bersinergi dan saling membantu pada sektor ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, pembangunan fisik dan lainnya. Jangan ada coba-coba memecah belah masyarakat dan NKRI ini. Di beberapa tempat ada terjadi hal ini. PP bersama TNI Polri akan turun tangan mengatasinya. Sunarto yang juga bakal calon (balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) ini memaparkan kepada redaktur Batam Pos, Suprizal Tanjung di Batam Kota, Sabtu (1/4/2023) lalu tentang upaya upaya-upayanya membesarkan PP dengan tetap menjadi pengawal demi tegaknya NKRI.
BACA JUGA: Ns Didi Yunaspi MKep, Wakil Rektor IKMB Batam
Kapan anda terpilih sebagai ketua MPW PP Kepri?
Saya terpilih sebagai ketua dalam Muswil IV MPW PP Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dilaksanakan pada 27-29 Juni 2022. Kemudian, Pengurus MPW PP Kepri masa bakti 2022-2027 resmi dikukuhkan Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional (MPN), Arif Rahman, di Hotel Planet Holiday Batam, Jumat (25/11/2022).
BACA JUGA: Ir Suparman SH MH MSi, Ketua Hiptasi Sumbar 2015-Sekarang
Apa peran PP sebenarnya di negara ini?
PP hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menjaga masyarakat dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan, serta mampu menjaga ideologi Pancasila tetap berada di NKRI ini. Tanggal 3 April 1950 adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Kala itu, tokoh partai dan politisi Indonesia, Mohammad Natsir mengajukan gagasan penting kembalinya Indonesia menjadi NKRI, setelah sebelumnya hidup dalam Republik Indonesia Serikat (RIS) yang dibagi dalam 16 negara bagian. Sebelumnya terpisah-pisah. Kini harus bersatu. Perjuangan dan semangat Pak Natsir harus kita hargai dan pertahankan.
BACA JUGA: Putra Caesar Odang BBA SE, Ketua PC PPM Kota Batam
Ini juga sejalan dengan visi misi PP yaitu menggunakan segala kemampuan dan potensi diri sebagai kaum intelektual untuk memberikan yang terbaik bagi organisasi PP, bangsa dan negara.
BACA JUGA: DR Ir Priyono Eko Sanyoto DEA IPU, Accountable Manager AMTO Polibatam
Kemudian pemahaman mendalam dan implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila (sebagai ideologi kehidupan berbangsa dan bernegara) untuk diri sendiri maupun orang lain dengan atau melalui organisai PP.
Mempererat kebersamaan dan persaudaraan antara sesama anggota keluarga besar PP sehingga tercipta suasana internal dan eksternal yang menunjang jalannya lembaga dalam mencapai tujuan
Berjuang dan terus berkarya demi organisasi PP terutama kebesaran dan nama baik PP.
Mengadakan pembinaan untuk para pengurus dan anggota dalam sistem kinerja dan manajemen organisasi yang termotivasi, transparan, jujur, tertata dan disiplin.
Bagaimana upaya agar PP tetap berada di hati masyarakat?
Kita terus meningkatkan sinergitas. Baik dengan pemerintah, masyarakat, organisasi, Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) dan lainnya. Mengadakan program bantuan sosial, bakti sosial (donor darah, khitanan massal), gelar pelatihan dan lainnya.
Dan kita juga berharap program kerja PP kedepan dapat disinergikan dengan program-program pemerintah baik pusat maupun daerah.
Bentuk nyata mendekatkan diri kepada masyarakat?
Salah satu bentunya adalah dengan menyantuni sekitar 100 orang kepada anak yatim piatu, jompo dan Pengurus Koti PP MPW Kepri, di Batam Kota, Sabtu (1/4/2023). Kegiatan dengan tema Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang itu adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian kepada sesama manusia di bulan suci Ramadan 1444 Hijriah ini.
Program tahunan di bulan Ramadan ini bukan cuma saat ini saja kita jalankan. Jauh sebelum ini, yaitu saat saya masih menjadi Sekretaris MPW PP Kepri, kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan. Kegiatan ini, selain sebagai bentuk kepedulian sosial. Ini juga menjadi ajang silaturahmi antar kader PP dengan pengurus PP mulai dari tingkat Pengurus Anak Ranting PP, Pengurus Anak Cabang (PAC) PP, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP se-Kepri, dan MPW PP Kepri.
Saat Ramadan 1444 H ini dan juga di momen lainnya, kita mengundang masyarakat dan kader PP untuk saling berkomunikasi. Saling mengisi. Kita harus dekat dengan masyarakat. Membantu masyarakat. Apapun yang mereka perlukan. Program ini sedang berjalan.
Bukan hanya kepada masyarakat. Kita juga berupaya terlibat langsung dalam berbagao pembangunan di Kepri. Ikut andil menciptakan keamanan dan ketentraman di tengah mayarakat. Dalam hal ini kita bekerja sama dengan unsur TNI, Polri, Pemko se-Kepri, Pemkab se-Kepri dan Pemprov Kepri. PP terlibat langsung di berbagai sektor pembangunan.
Berapa jumlah anggota PP se-Kepri?
Anggota PP kita berjumlah 15.600 orang se-Kepri.
Harapan untuk PP ke depan?
Saya ingin agar PP menjadi ormas intelektual dan menyatu dengan masyarakat, serta tidak lagi ditakuti dengan kesan premanismenya. Caranya, dengan membangun kesejahteraan para kader melalui upaya-upaya membuka peluang usaha dan memberdayakan SDM-nya. Diharapkan PP di Kepri menjadi lebih bermartabat, dicintai masyarakat, dan semakin siap bekerja sama dengan siapapun demi kebaikan.
Ada imbauan untuk kader dan anggota PP?
Untuk seluruh kader, saya mengimbau, mulai dari tingkat Pengurus Anak Ranting PP, Pengurus Anak Cabang (PAC) PP, MPC PP se-Kepri, dan MPW PP Kepri agar bisa membangun organisasi ini dengan betul, dengan megacu kepada AD ART PP. Menyatu dengan masyarakat dan ikut dalam kegiatan kemasyarakatan. Banyak buat program dan jalankan program kerja.
Selain itu, kader PP itu juga harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Sedangkan untuk level pengurus, dia harus mempunyai Sertifikasi Kaderisasi.
Bentuk lainnya?
Kita sedang mengembangkan advokasi untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, perlindungan hukum, maupun pendampingan hukum. Kontrol sosial juga menjadi bagian pemikiran dan perhatian PP.
Ini masih dalam kerangka kepedulian sosial?
Benar. Karena percuma kita menjadi sebuah organisasi kontrol sosial, organisasi kemasyarakatan yang berbasis massa namun kita tidak berbuat apa apa. Kita juga akan menyiapkan perangkat-perangkat kesekretariatan. Selain itu, basis PP adalah basis kinerja. Kita bertransformasi menjadi ormas yang profesional dan akuntable.
Wujud nyata bantuan ini?
Pertanyaan ini sangat menyambung dengan salah satu program sosial PP yaitu sesi bantuan hukum atau advokasi. Advokasi adalah serangkaian kegiatan komunikasi untuk mempengaruhi penentu kebijakan, demi mendapatkan suatu dukungan. Dalam melakukan advokasi tersebut dilakukan berbagai cara, seperti menjual ide supaya diberikan dukungan, membujuk, dan meyakinkan. Advokasi itu sendiri ada dua, korporasi dan pro bono.
Advokasi untuk korporasi perusahaan yang membutuhkan bantuan hukum, perlindungan hukum, maupun pendampingan hukum.
Dan probono. Atau perbuatan atau pelayanan hukum yang dilakukan untuk kepentingan umum atau pihak yang tidak mampu tanpa dipungut biaya.
Siapa saja yang mendapat bantuan hukum probono ini?
Siapa saja. Terlebih untuk anggota PP yang mengalami peristiwa hukum, tuntutan hukum. Mereka itu perlu dibantu.
Contohnya. Kini kita sedang membela warga soal tumpang tindih lahan lokasi kepemilikan lahan di komplek Marchelia, Batam. Warga Perumahan Marchelia Batam Centre sudah melimpahkan kuasanya kepada PP untuk pendampingan. Mereka tidak tinggal secara liar, dan mereka memiliki akta jual beli, bukti bukti pembayaran sah. Maka tugas kami adalah membantu dan melindungi hak hak mereka.
Fungsi lainnya?
PP sekarang tidak hanya fokus di bidang kontrol sosial dan keamanan saja. PP juga akan fokus pada bidang lain. Misalnya ekonomi.
Untuk pemilu 2024 nanti. Dimana posisi PP?
Tidak berubah sesuai dengan konsep dasar. PP berada pada posisi melindungi dan melayani masyarakat dan juga kader PP. Kenapa masyarakat dan PP? Karena kader PP yang terjun sebagai politisi selalu ada di setiap partai peserta pemilu 2024.
Saat pemilu kita bersama TNI Polri ikut mengadakan pengamanan jalannya pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Kita punya Komando Inti Mahatidana PP yang akan melakukan pemantauan independent dan melakukan pengamanan agar pemilu berjalan beretika, kondusif, dan tidak menimbulkan hal-hal negatif di masyarakat. PP ada di ruang waktu, ruang kegiatan manapun. Sekaligus mengisi dan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada demi tetap tegaknya NKRI ini.
Ada imbauan untuk anggota PP yang menjadi balon anggota legislatif dan eksekutif?
Anggota PP yang menjadi balon legislatif dan balon eksekutif silahkan saja. Tentu saja dengan menjalankan etika dengan cara melapor kepada MPW PP Kepri. Kita akan bantu mendudukkan dan mememenangkan mereka. Salah satu contoh adalah Pak Drs Buralimar MSi. Beliau sebagai Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) MPW PP Kepri dan akan menjadi balon legislatif di dapil Batam.
Termasuk Anda sendiri juga yang menjadi balon anggota DPD RI dari dapil Kepri?
Ya. Insya Allah.
Anda akan lakukan apa jika telah menjadi anggota DPD RI nanti?
Saya melihat potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kepri sangat mendukung. Ini memungkinkan kita dapat keluar dari berbagai kesulitan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat Kepri. Dari sektor migas misalnya, anggaran yang diperoleh daerah penghasil dalam hal ini Natuna dan Kepulauan Anambas belum maksimal. Harus kita perjuangkan agar dana bagi hasilnya lebih besar. Harus kita temui cara negosiasinya untuk meyakinkan pemerintah pusat. Agar tidak ada lagi masyarakat di daerah itu, yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah dan semua dapat pekerjaan.
Perjuangan di sektor kemaritiman?
Ini salah satu tujuan perjuangan saya. Kepri memiliki 2.408 pulau dengan garis pantai sepanjang 2.367,6 km. Luas wilayah Kepri adalah 251.810 km2 dengan proporsi 96 persen wilayahnya adalah lautan dan 4 persen-nya daratan. Ke-maritim-an Kepri ini menjadi perhatian saya sejak lama. Potensi sektor maritim di Kepri ini sangat luar biasa. Saya pernah aktif sebagai pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam. Dari riset yang kita buat, jika dimaksimalkan, potensi sektor perikanan Kepri, bisa menghasilkan Rp 40-50 triliun setiap tahunnya. Ini jika dikelola dengan cara tepat dan benar, akan menjadi skala prioritas dalam pengembangan pembangunan Kepri. Contoh kecil saja. Ikan di Kepri ini melimpah. Banyak. Lalu kenapa kita masih impor bakso dan sosis dari negeri tetangga? Padahal bahan bakunya dari kita. Ini harus diubah. Ini beberapa perjuangan saya nanti di DPD RI.
Upaya untuk meraih suara di masyarakat?
Alhamdulillah selama ini saya sudah berkeliling ke daerah-daerah di Kepri. Bisa dikatakan setiap bulan saya datang ke Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Natuna, Lingga dan Kepulauan Anambas. Saya melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kendala sosial di lapangan. Diskusi dilakukan dengan berbagai elemen masyarakat. Banyak aspirasi disampaikan masyarakat. Ini tentu perlu ada kapasitas lebih kuat untuk dapat memperjuangkan aspirasi tersebut. Hal itulah yang mengetuk hati saya, hingga memutuskan untuk memperjuangkan melalui lembaga DPD RI.
Apa yang disampaikan masyarakat?
Salah satunya di bidang ekonomi. Kita akan berupaya membantu meningkatkan basis peningkatan ekonomi di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kita sedang membina pedagang kecil, UMKM dan home industry. Seperti membina pelaku usaha, pengusaha kue-kue, pengusaha kerajinan rumah tangga dan lainnya.
Kenapa pedagang kecil dan UMKM? Pertama. UMKM mampu menyerap 97 persen dari total angkatan kerja dan mampu menghimpun hingga 60,4 persen dari total investasi di Indonesia. Berdasarkan data di atas, Indonesia mempunyai potensi basis ekonomi nasional yang kuat karena jumlah UMKM yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja sangat besar. Kedua. Usaha kecil merupakan penyerap tenaga kerja. Usaha kecil merupakan penghasil barang dan jasa pada tingkat harga yang terjangkau bagi kebutuhan rakyat banyak yang berpenghasilan rendah. Usaha kecil merupakan penghasil devisa negara yang potensial, karena keber- hasilannya dalam memproduksi komoditi nonmigas. Intinya, UMKM tujuannya adalah peningkatan ekonomi. Peningkatan ekonomi para anggota PP.
Untuk skala lebih besar?
Usaha Milik Daerah (BUMD) perlu diperkuat dan lebih dihidupkan lagi. Balai Latihan Kerja (BLK) harus difungsikan lebih baik. Ini untuk menciptakan SDM terampil, produktif dan bisa memenuhi kebutuhan dunia usaha. Kapal-kapal untuk nelayan harus diperbanyak dan modern, supaya penghasilannya meningkat. Kemudian peningkatan pembangunan infrastruktur yang tepat dan dibutuhkan masyarakat.
Di sektor kesehatan?
Selain itu, setiap kota dan kabupaten di Kepri harus memiliki Rumah Sakit (RS) yang memenuhi standar pelayanan kesehatan tingkat nasional. Perlu juga ditambah fasilitas ambulan laut. Armada laut ini penting untu menjemput dan memulangan pasien sakit atau meninggal dunia yang terjadi di pulau-pulau terpencil. Pelayanan kesehatan belum maksimal di Kepulauan Anambas, Natuna dan Lingga. Mereka jika berobat harus dirujuk ke kota dan kabupaten lain. Pada sektor pendidikan terjadi hal sama. Pendidikan masih kurang kualitas. Ini semua dipikirkan dan akan diperbaiki.
Soal ketenagakerjaan?
Tenaga kerja ini terkait dengan masalah ekonomi. Masyarakat masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Ironi. Keadaan ini belum sebanding sebagai daerah penghasil tambang minyak bumi dan gas (migas), bauksit dan lain-lain. Jujur, penghasilan masyarakat masih rendah, kesejahteraan belum merata. Kontras dengan harga-harga kebutuhan hidup sehari-hari sangat tinggi. Lapangan pekerjaan sangat minim dan terbatas. Kemudian, juga soal pelayanan publik. Ini perlu diperjuangkan di lembaga legislatif. Di DPD RI. (*)
Biografi
Nama: Sunarto Poniman SH
Tempat tanggal lahir: Anjungan Kalbar, 10 Agustus 1972.
Saudara: Anak ketujuh dari 10 bersaudara.
Alamat: Perum Ciptaland Blok Mawar 145, Tiban Indah, Sekupang.
Keluarga
Istri: Juriyah.
Anak: Lima orang.
Pendidikan
- Madrasah Ibtidaiyah. 1978-1985.
- SMP Muhammadiyah. 1986-1989.
- SLTA. 2014
- S1, Fakultas Hukum, Universitas Riau Kepulauan (Unrika). 2018-Mei 2022.
Organisasi
- Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Batam periode 2007-2012.
- Ketua Umum Ikatan Keluarga Kalimantan Barat Kepri periode 2008 -2013.
- Sekretaris MPW PP Kepri periode 2017-2019.
- Sekretaris Umum ABUJAPI Kepri periode 2019-2025.
- Ketua MPW PP Kepri periode 2022-2027.
Pekerjaan
- Direktur Utama PT Khatulistiwa Media Utama Sakti.
Reporter: Suprizal Tanjung



