Senin, 23 Februari 2026

Neraca Perdagangan Batam Surplus

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar. Neraca perdagangan Kota Batam surplus sebesar USD 101,87 juta. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Perekonomian Kota Batam semakin membaik. Ada beberapa indikasinya, salah satunya adalah neraca perdagangan Kota Batam yang surplus sebesar USD 101,87 juta.

Surplus ini, disebabkan nilai ekspor Batam USD 1,14 miliar, sedangkan nilai impor USD 1,04 miliar. Secara kumulatif, neraca perdagangan Kota Batam sejak Januari hingga April 2023 mencapai USD 335,09 juta.

Surplusnya neraca perdagangan Kota Batam ini, tentunya berkat kinerja dari semua pihak. Demi meningkatkan nilai ekspor Kota Batam, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, akan berupaya memodernisasi infrastruktur pelabuhan dan jalan.

Hal ini, demi mendukung kegiatan ekspor dan impor di Batam. Ia mengatakan, Pelabuhan Batuampar sudah beroperasi puluhan tahun. Namun, sampai tahun lalu, masih menggunakan alat-alat konvensional. Tentunya, hal ini menjadi salah satu penghambat ekspor.

Baca Juga: Pengusaha Money Changer Dirampok di Nongsa

Demi melakukan percepatan bongkar muat, Rudi mengatakan, sudah mendatangkan ship to shore (STS) crane. Alat baru nan canggih ini, dapat membongkar muat 35 kontainer dalam satu jam saja.

“Tidak sampai 2 menit, satu kontainer sudah bisa (dipindahkan) ke darat. Alat ini bisa menyelesaikan banyak masalah di sini. Tentu kalau ini berjalan baik, tahun depan kita harapkan sudah menambah lagi,” kata Rudi.

Rudi mengatakan, selain mengandalkan STS crane. Di Pelabuhan Batuampar akan dibangun container yard, seluas 20 hektare.

Pembangunan ini, diharapkan semakin meningkatkan nilai ekspor di Batam. Selain itu, Batam bisa menjadi hub logistik.

“Sudah dititip di Batam, boleh dibawa keluar lagi tanpa proses, karena Batam adalah Free Trade Zone. Daerah kawasan bebas yang barang apa saja boleh masuk. Hari ini mungkin kontainer masuk hanya kebutuhan warga atau masyarakat Kota Batam, kedepannya Batam akan menjadi hub logistik untuk negara atau daerah lain di Indonesia sendiri,” ujar Rudi.

Baca Juga: Hujan Deras, Jodoh dan Nagoya Banjir

Ia mengatakan, jika Batam sudah menjadi hub logistik, target pemerintah pusat dapat diwujudkan. Rudi meyakini, jika status Batam sebagai hub logistik, akan membuat pemilik barang berlomba-lomba menitipkan barangnya.

“Sehingga nanti tidak terjadi sesuatu yang akan menghambat, karena waktunya yang terlalu lama. Ini adalah awal dan kita akan menambah terus. Semoga Allah memberikan jalan terbaik buat kita, kita hanya bisa berusaha tapi Allah yang memutuskan usaha kita ini,” ujarnya.

Rudi juga mengatakan, akan memberikan kemudahan berinvestasi bagi semua pihak, demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.

Ekonomi membaik dan meningkat, tentunya dalam menyejahterakan masyarakat Batam.

Rudi mengatakan, terjadi peningkatan jumlah proyek pada Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Batam sepanjang Triwulan I (Januari-Maret) 2023 lalu.

Ada sebanyak 826 proyek PMA dengan nilai investasi mencapai USD 174,06 juta atau setara Rp 2,55 triliun. Jika dibandingkan tahun 2022, angka ini meningkat drastis.

PMDN juga mengalami peningkatan. Kenaikan cukup signifikan penambahan proyek PMDN yang mencapai 1.418 proyek atau naik 200,42 persen dari tahun sebelumnya.

Peningkatan itu mempengaruhi nilai PMDN menjadi USD 96,7 juta atau setara dengan Rp 1,4 triliun sepanjang Triwulan I 2023 lalu.

Demi menjamin pertumbuhan investasi, Rudi memberikan garansi kemudahan bagi para investor.

“Kami menjamin dan mendukung kemudahan investasi. Saya mengajak seluruh elemen untuk menjaga situasi kondusif agar iklim investasi terus berjalan maksimal,” ujarnya. (*)

 

Reporter: FISKA JUANDA

SALAM RAMADAN