Kamis, 19 Februari 2026

Warga Binaan Lapas Batam Ikuti Pelatihan Budidaya Ikan Metode Bioflok

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga Binaan Lapas Kelas II A Batam mengikuti pelatihan keterampilan kemandirian Budi daya ikan air tawar menggunakan metode bioflok. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam mengikuti pelatihan keterampilan kemandirian Budi daya ikan air tawar menggunakan metode bioflok.

Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan warga binaan rencananya berlangsung selama dua pekan dibuka, Senin (3/6/2023).

Kalapas Batam, Bawono Ika, menuturkan, ada 40 warga binaan yang mengikuti pelatihan ini. Mereka ini yang memiliki bakat dan minat di bagian budidaya ikan sehingga saat keluar nanti bisa mengembangkan kemampuan mereka untuk keluarga dan masyarakat sekitar.


Baca Juga: PT. AJM Launching Showroom Benelli Indonesia di Batam

“Alhamdulillah ini program pembinaan kemandirian terbaru di sini. Semoga berjalan dengan baik dan mereka yang mengikuti pelatihan bisa memanfaatkan momen untuk bekal mereka saat bebas nanti. Sangat bagus karena ini metode baru untuk membudidayakan ikan,” ujar Bawono.

Metode Bioflok merupakan suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaat mikroorganisme pada air kolam yang dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

Prinsip dasar bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang terdiri dari kabon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen menjadi massa sludge berbentuk bioflok.

Baca Juga: Pimpin Apel Gabungan ASN, Jefridin: Segera Realisasikan Penggunaan Anggaran

Perubahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan sebagai bioflok. Pemanfaatan berbagai mikroorganisme air seperti bakteri, alga, fungi, protozoa, metazoan, rotifer, nematoda, gastroricha, dan organisme lainnya dapat memakan kotoran atau zat berbahaya dan akan dijadikan protein agar dapat dimakan oleh ikan.

Penerapan budidaya sistem bioflok ini sudah banyak diterapkan pada perikanan air tawar terutama lele dan nila karena mampu meningkatkan produktivitas hasil perikanan yang lebih tinggi.

Selain itu, metode bioflok juga dapat meminimalisir penggunaan lahan karena tidak terlalu luas dan meningkatkan efisiensi penggunaan air.

“Ini cocok di sini karena lahan kita terbatas,” kata Bawono Ika.(*)

Reporter: Eusebius Sara

SALAM RAMADAN