
batampos – Pasokan air bersih masih bermasalah di Kelurahan Tanjunguncang. Air mengalir hanya di malam hari dengan volume yang sangat kecil. Untuk mendapatkan air dengan kapasitas satu drum warga harus bersiaga tiga sampai empat jam.
Solusi jangka pendek yang ditawarkan oleh pengelolah berupa suplai air dengan mobil tanki juga belum memuaskan warga. Sistem rebutan masih terjadi sehingga melelahkan warga.
“Satu perumahan lima samai tujuh tanki per hari tapi itu pun masih berebutan. Setiap hari itu, makanya lelah juga dengan keadaan seperti ini terus,” ujar Sulastri, warga Perumahan Marina View, Tanjunguncang.
Baca Juga: Akhirnya Sekolah Negeri di Seibeduk Tampung Semua Pendaftar
Warga harus kembali berebutan dengan pasokan air mobil tanki karena suplai air dari pipa di malam hari tidak mencukupi kebutuhan harian warga.
Ketua RT 01/ RW 023 Surya Dharma Sitompul menyampaikan hal yang sama. Perihal persoalan air bersih ini sebelumnya juga sudah ada komitmen dengan pihak pengelolah dalam hal ini BP Batam, SPAM Batam dan juga PT Moya. Pengelola sudah menandatangani komitmen bahwa pasokan air melalui pipa akan lancar di bulan September nanti. Jika tidak maka warga akan menuntut secara hukum.
“Karena komitmen ini ditandatangani diatas meteri semua kemarin. Komitmen itu muncul karena warga mau demo ke pengelola. Pengelola minta tak usah demo dan mengeluarkan komitmen itu,” tutur Surya Dharma.
Baca Juga: Tangki Seribu Sudah Kondusif, Ini Pemilik Sah Lahan
Seperti diketahui, krisis air bersih sudah lama terjadi di wilayah Tanjunguncang. Berbanga protes warga sudah dilakukan sebab dampak dari krisis air bersih ini merambat ke semua lini kehidupan masyarakat di sana. Bahkan ada warga yang jatuh sakit dan meninggal dunia karena persoalan air bersih ini.
Warga pun berencana melakukan aksi demo besar-besaran belum lama ini. Namun oleh pihak pengelola dijanjikan akan segera mengatasi persoalan ini di bulan September nanti. Artinya pasokan air melalui pipa akan lancar di bulan September nanti. (*)
Reporter: Eusebius Sara



