
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat 16.706 warga Batam terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) periode Januari-Juni 2023.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, kasus ISPA terbanyak terjadi pada bulan Maret 2023, yakni sebanyak 3.529 kasus.
“Januari ada 2.655 kasus. Lalu Februari 2.845 kasus, Maret 3.529 kasus, April 2.655 kasus, Mei 2.506 kasus dan di bulan ada Juni 2.516 kasus, ” ujarnya, Minggu (9/7).
Menurutnya, ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam.
Baca Juga: Layanan Pemasangan Ring Jantung di RSUD Embung Fatimah Sudah Tercover BPJS
ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh sendirinya tanpa pengobatan khusus.
ISPA disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang dapat terserang infeksi bisa saluran pernapasan atas atau bawah.
Meski demikian, penyakit ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering terjadi pada saluran pernapasan bagian atas.
“Sebagian besar penderita ISPA ini rawan jalan,” tuturnya.
Baca Juga: Batam Sumbang 76 Persen Kegiatan Ekspor di Provinsi Kepri
Disebutkan Didi, dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, angka tersebut masih tergolong landai dan belum ada peningkatan yang signifikan. Namun begitu pihaknya tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap penularan ISPA. Warga diminta memakai masker saat keluar rumah.
“Debu jalan dan asap juga bisa memicu ISPA. Untuk itu pakai masker saat di luar rumah sangat dianjurkan,” katanya.
Didi menyebutkan selai ISPA, jika komplikasinya pada anak biasanya radang paru-paru. Dan ini infeksinya sudah bukan di saluran pernapasan atas lagi.
Baca Juga: Batam Butuh 20 Ribu Tenaga Welder
Biasanya jika sudah masuk di radang paru-paru atau pneumonia memerlukan perawatan medis serta bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.
“Ketika terjadi kompilasi pada anak-anak biasanya itu sudah masuk radang paru-paru (Pneumonia). Dan jika tidak diobati bisa menyebabkan kematian, ” tukas Didi.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



