Sabtu, 21 Februari 2026

Batubara dan Nikel Turun Harga, Pesanan Kapal Berkurang

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Pesanan pembuatan kapal di Batam kembali menurun di pertengahan tahun 2023 ini. Penyebabnya harga batubara dan nikel anjlok sehingga pesanan pembuatan kapal ataupun tongkang menurun drastis.

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Galangan kapal di Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (20/1).

”Tak ada lagi pesanan baru. Harga batubara dan nikel turun jauh,” kata Ketua Ketua DPC Iperindo Kepri Ali Ulai, Minggu (16/7).


Dalam keterangan sebelumnya, sebut Ali, situasi galangan kapal di Kepri khususnya Batam mulai membaik di penghujung tahun 2022 hingga awal tahun 2023, dengan stok proyek yang aman hingga dua tahun ke depan. Karena kembali sepinya orderan pembuatan kapal ini maka perusahaan galangan kapal hanya bisa menyelesaikan pesanan-pesanan yang sudah ada.

Untuk perencanaan dan progres pengerjaan proyek baru umumnya belum ada karena belum ada pesanan tongkang ataupun kapal lagi. ”Kebanyakan selesai pesanan lama semua ini. Yang baru belum ada lagi,” katanya.

Situasi ini tentunya meng-khawatirkan sebab jika berkelan-jutan tentu galangan kapal akan kembali down seperti saat pandemi Covid-19. Ali yang mewakili anggota Iperdindo Kepri berharap ada solusi dari pemerintah untuk terus meng-hidupkan sektor industri galangan kapal ini.

”Karena kebanyakan kapal-kapal yang dikerjakan selama ini kapal lokal. Kapal dari luar jarang. Kapal lokal ini banyakan tongkang. Pesanan tongkang ini tergantung dari harga batubara dan nikel,” jelas Ali.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, industri galangan kapal di Batam membaik selama setahun terakhir. Ada peningkatan yang cukup drastis dengan order pembuatan kapal ketimbang di saat pandemi Covid-19 mewabah.

Peningkatan order pembuatan kapal ini cukup mengejutkan pengusaha sehingga bermasalah dengan tenaga kerja. Tukang las atau welder yang sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan galangan kapal sangat kurang sehingga berdampak dengan proyek pembuatan kapal yang sudah diterima.

Persoalan krisis tenaga welder masih terjadi hingga saat ini dan belum ada ada solusi yang pasti. Pengusaha terpaksa mendatangkan tenaga welder dari luar dengan jumlah yang jauh dari kebutuhan ideal untuk satu galangan kapal. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN