
batampos – Universitas Terbuka atau UT merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang diresmikan pada 4 September 1984. Universitas Terbuka menyediakan program pendidikan tinggi dan fasilitas pembelajaran yang bisa diakses oleh semua orang.
UT memiliki kantor yang tersebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia. UT juga memiliki perpanjangan layanan melalui UT daerah sebanyak 39 kantor, dan satu kantor khusus melayani mahasiswa yang ada di luar negeri.
Salah satunya adalah UT Batam yang beralamat di Sekupang, Batam. Universitas Terbuka hadir di Batam sejak tahun 2005 yang meliputi wilayah cakupan 5 kabupaten dan 2 kota di Kepri.
“Kontribusi UT Batam di Kepri adalah mampu menjangkau seluruh wilayah yang ada di Provinsi Kepri,” ujar Direktur UT Batam Angga Sucitra Hendrayana, Rabu (16/8).
Baca Juga: Disdik Batam Keluarkan SE Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular di Sekolah, Ada Apa?
Menurutnya, saat ini jumlah mahasiswa UT Batam yang aktif berjumlah 11.157 orang yang tersebar di seluruh kabupaten kota di Provinsi Kepri. UT memiliki 4 fakultas yakni Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum Ilmu Sosial Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains Teknologi (FST), dan Program Pascasarjana (PSs).
“Dan kami juga memiliki program magister dan doktor yang ditawarkan kepada seluruh masyarakat Kepri. Dari 4 fakultas ini kami memiliki 57 program studi (prodi) baik itu diploma, sarjana, magister ataupun doktor,” ungkap Angga.
Salah satu keunggulan kuliah di UT lanjut Angga adalah mereka memiliki visi untuk menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) berkualitas dunia. Sistem belajar yang diterapkan adalah jarak jauh dan terbuka.
Jarak jauh artinya pembelajaran tidak harus dilakukan secara tatap muka datang ke kampus setiap hari tetapi bisa dilakukan dimana saja. Wilayah Kepri yang hampir 96 persen laut dan terdiri dari berbagai pulau diyakini akan sangat tepat menggunakan sistem belajar jarak jauh ini.
Baca Juga: Sering Longsor, Dinas Bina Marga Perkuat Drainase Induk Samping Mitra Mall Batuaji
Selain itu lanjutnya, dengan sistem tersebut mampu menjangkau ke semua lapisan masyarakat yang ada di seluruh Kepri baik mereka yang berada di pulau terpencil, daerah perdesaan atau pun sebagainya. Proses pembelajaran ini juga tidak mengharuskan mahasiswanya untuk datang ke kampus.
Perkuliahan dilakukan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi). Sedangkan terbuka, bermakna tidak ada pembatasan usia bagi mahasiswa UT, tahun ijazah, masa belajar dan waktu registrasi.
Dengan begitu, mahasiswa akan lebih memiliki waktu yang fleksibel untuk menempuh perkuliahan. Selain itu, bisa pula melakukan pekerjaan dan kuliah secara bersamaan.
Keuntungan lainnya ialah, calon mahasiswa baru yang akan mendaftar di UT hanya harus memiliki satu syarat yaitu sudah lulus Sekolah Menengah Atas atau sederajat. Bahkan mereka yang memiliki paket C juga berkesempatan kuliah di UT ini.
“Artinya kita lebih terbuka dan fleksibel, ” ungkap Angga.
Selain waktu yang fleksibel, biaya pendidikan Universitas Terbuka termasuk yang paling murah dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri lainnya. Mahasiswa yang kuliah di UT hanya perlu membayar mulai dari Rp 1,150,000 per semester. Besarnya biaya kuliah ini akan bergantung pada program studi yang dipilih.
“Dengan gaya pembelajaran yang fleksibel, UT menjadi jendela kesempatan bagi para mereka yang tak ingin meninggalkan karier mereka namun tetap bersemangat dalam meraih mimpi pendidikan yang lebih tinggi,” beber Angga.
Baca Juga: Kirab Merah Putih Tempuh 17 Km, Kibarkan 78 Bendera di Jembatan Barelang
UT Batam sendiri hampir 75 persen mahasiswanya berusia 29 tahun ke bawah. Artinya UT menjadi pilihan bagi mereka yang masih muda dan pilihan bagi mereka yang baru lulus SMA.
Bagaimana kontribusi UT bagi Kepri, Angga menyebutkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) angka usia produktif yakni berusia antara 18 tahun sampai 64 tahun di Kepri berjumlah 1,5 juta orang. UT sendiri memberikan kontribusi di penduduk usia produktif ini atau mereka yang berkuliah di UT mencapai 5,94 persen. Artinya, UT membantu mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Di UT mahasiswa juga akan dibimbing untuk mengikuti layanan akademik yang telah dipersiapkan. Kegiatan layanan pendukung kesuksesan belajar jarak jauh ini didesain untuk membekali mahasiwa baik mahasiswa baru dan mahasiswa yang sudah berjalan supaya mereka lulus dengan nilai memuaskan.
Mulai dari kegiatan orientasi mahasiwa baru, kemudian pelatihan keterampilan belajar jarak jauh, workshop tugas yakni bagaimana mengajarkan menyelesaikan tugas mata kuliah serta klinik ujian yakni bagaimana mempersiapkan mahasiswa untuk siap mengikuti ujian akhir smester.
“Belajar mandiri ini tidak serta merta belajar sendiri, bisa belajar kelompok dan belajar dengan mengikuti layanan yang sudah di siapakan oleh UT sehingga nantinya mahasiswa bisa mendapatkan nilai memuaskan,” tambah Angga.
Universitas Terbuka (UT) Batam tahun ajaran 2023/2024 ini kembali membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru. Ada dua jalur yang disiapkan, baik program diploma maupun sarjana, yaitu jalur rekognisi pembelajaran lampau (RPL)/alih kredit dan jalur non-RPL.
Jalur RPL ditujukan bagi calon mahasiswa yang sebelumnya sudah pernah berkuliah di tempat lain tapi tidak dilanjutkan atau yang belum sarjana. Jalur tersebut dibuka sampai 21 Agustus 2023. Sementara jalur non-RPL ditujukan bagi calon mahasiswa yang belum pernah berkuliah sebelumnya. Jalur non-ahli kredit dibuka sampai dengan 31 Agustus 2023.
“Untuk pendaftaran bisa langsung datang ke kantor UT Batam di Sekupang atau bisa mendaftar secara online dengan klik admisi-sia.ut.ac.id, ” kata Angga.
Dia menambahkan, untuk persyaratan administrasinya lebih mudah. Calon mahasiswa hanya perlu membayar biaya admisi Rp 100 ribu. Setelah membayar administrasi, calon mahasiswa baru bisa mengunggah berkas-berkas melalui aplikasi untuk divalidasi tim verifikator.
Lalu bagi mereka yang ingin memilih sistem paket, biaya kuliah per semester sangat terjangkau yakni mulai dari Rp 1.150.000 sampai Rp 3,3 juta. Biaya semester ini sudah termasuk buku materi pokok untuk proses pembelajaran.
Lalu ada juga sistem Non paket, dimana biaya berdasarkan SKS Yang akan diambil mahasiswa sesuai program studinya masing-masing. biaya per sks ini dimulai dari Rp 35 ribu sampai Rp80ribu tergantung program studi yang akan diambil.
“Semua program studi di UT telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT). Kampus ini juga sudah terakreditasi secara internasional dengan sistem belajar jarak jauhnya,” ungkap Angga. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



