Rabu, 18 Februari 2026

Sudah Sepekan Warga di Tanjung Sengkuang Tanpa Suplai Air Bersih

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ilustrasi kran air. sumber: freepik.com

batampos – Warga Tanjungsengkuang sudah lebih dari sepekan tidak mendapat suplai air bersih dari Spam Batam hingga Senin (4/9). Suplai terhenti pasca bocornya pipa akibat pengerjaan jalan di depan Centra Sukajadi pada Senin (28/8) siang.

Mega, warga Tanjung sengkuang mulai mengeluh karena suplai air bersih di rumahnya tak juga mengalir. Padahal, beberapa daerah terdampak pasca bocornya pipa sudah mendapat suplai air beberapa hari lalu.

“Kami hingga malam ini (Senin, 4/9), belum sama sekali mendapat suplai air bersih. Sudah lebih dari seminggu kami hidup tanpa air bersih Spam,” ujar Mega.


Baca Juga: Razia Digelar 2 Pekan, Ini 7 Pelanggaran yang Disasar

Dikatakannya, karena tak adanya suplai air bersih, ia dan suaminya juga kerap ribut. Sebab, harus membeli atau mengambil air dengan galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama MCK.

“Sudah seminggu lebih, jadi sering ribut dengan suami, karena air tak ada. Harus beli dulu, baru bisa pipis atau BAB,” ungkapnya.

Ia berharap, suplai air bisa segera mengalir ke rumahnya. Sebab kondisi tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat hingga keluarga.

“Ya harapan bisa segera mengalir, sudah seminggu lebih soalnya,” jelas Mega.

Baca Juga: Empat Bahan Pokok di Batam Alami Kenaikan, Jadi Perhatian TPID

Hal senada diungkapkan Yesha yang juga merasakan air di rumahnya tak mengalir pasca kebocoran pipa minggu lalu. Ia pun mulai panik, karena persediaan air harus membeli bahkan meminta ke saudara yang tinggal rumahnya cukup jauh.

“Setiap hari numpang mandi di Batamcenter. Pulang bawa air galon. Kalau air habis, terpaksa beli, ” ujar Yesha.

Ia juga mempertanyakan sampai kapan suplai air akan kembali normal. Meski memang diakuinya, ada beberapa perumahaan di daerah tersebut yang sudah mengalir walau kecil.

“Mayoritas warga di sini belum ada yang dapat aliran air. Padahal, sebagian warga di Tanjung Sengkuang di Perumahan GMP, itu sudah ada yg mengalir meski alirannya kecil. Tolong dibantu agar tekanan pompanya dikencengin sehingga kami bisa kembali merasakan suplai air normal,” harap Yesha.

Baca Juga: Puluhan Guru Honorer di Batam Temui Nuryanto Curhat Kendala Jadi ASN

Sementara, Corporate Communication (Corcom) Spam Batam, Ginda Alamsyah mengakui suplai air pasca kebocoran ke daerah terdampak belum sepenuhnya ter-covery. Hal itu dikarenakan ada beberapa kendala teknis.

“Ya memang recovery air belum maksimal, karena adanya beberapa kendala teknis. Namun malam ini, tim kami akan memaksimalkan, agar suplai bisa menjangkau semua daerah,” ujar Ginda.

Dikatakan Ginda, salah satu lambatnya aliran air ke daerah Tanjung sengkuang, karena, karena berada dielevasi yang cukup tinggi, meski begitu pihaknya tetap memaksimalkan suplai kedaerah tersebut.

“Sampai kapannya kami tak bisa memastikan. Selama tak ada kendala teknis, proses normalisasi akan bisa cepat, ” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

SALAM RAMADAN