Selasa, 17 Februari 2026

Mulyati Chaniago, Pemilik Serba Murah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mulyati Chaniago melayani pelanggannya di lapak Serba Murah, Jodoh, Batam, Minggu (27/8/2023). F Suprizal Tanjung

Buka Dua Lapak untuk Penuhi Kebutuhan Pelanggan

Dalam kondisi ekonomi sulit seperti sekarang ini. Hampir semua orang menginginkan mendapatkan barang-barang dengan  harga murah. Kaus kaki sebagai salah satu keperluan anak sekolah harus dipenuhi dan tentu saja kalau bisa harganya murah. Lantas dimana mendapatkannya? Salah satu lapak yang menyediakan kaus kaki dan aneka kebutuhan sekolah lainnya adalah di lapak Serba Murah di pasar seken Jodoh, Batam.

BACA JUGA: Dewi Asriani, Pemilik Zahran Cake


”Kalau ibu-ibu ingin mendapatkan kaos kaki, dompet, ikat pinggang, sendal, sepatu, topi dan berbagai produk lainnya dengan  harga murah, datang saja ke Serba Murah. Dua kaus kaki hanya Rp 15 ribu. Murah sekali kan?” papar Pemilik Serba Murah, Mulyati Chaniago, Minggu (27/8/2023).

BACA JUGA: Sayidina Ali, Pemilik Ketupat Lontong Salero Sutan

Mulyati yang akrab dipanggi Lia itu menambahkan, semua barang yang mereka jual kebanyakan adalah kebutuhan anak sekolah. Namun, ada juga produk-produk  yang dicari bukan anak sekolah.

BACA JUGA: Indra Hidayat, Pemilik Warung Prasmanan Mama Kembar

Terkait dengan  harga. Wanita asal Pariman ini mengatakan, bahwa produk barang yang dia beli memang sengaja dicari, didapatkan dari pengusaha  besar yang menjual dengan harga relatif murah. Dengan cara seperti itu, barang  yang dibelinya relatif lebih cepat laku dan dibeli masyarakat.

”Pada saat sekarang ini. Di tengah kondisi ekonomi relatif sulit. Kalau kita menjual barang-barang kebutuhan sekolah, dan aneka produk lainnya dengan  harga mahal. Wah itu bahaya. Bisa-bisa, barang dagangan kita tidak laku atau sulit laku,” jelas Lia.

Lia termasuk wanita yang rajin dan ulet. Sejak tahun 2003 dia berusaha di kawasan Jodoh  ini. Hasilnya cukup lumayan. Dia sudah memiliki dua unit rumah, satu unit mobil dan lainnya.

Diakui Lia, setiap hari dia bukan mulai pukul 14.00 WIB sampai 22.30 WIB. Lokasinya tidak berpindah-pindah. Tetap di lokasi tersebut. Kalaupun terjadi pergeseran lokasi, paling hanya berjarak 1-2 meter saja.

Berkat ketekenunannya,  Lia bisa memiliki dua lapak. Satu lapak lagi dijaga  oleh suaminya Syafrizal Mandai.

Jika dua lapak. Lantas lapak satu lagi apa yang dijual? Hampir sama. Apa yang dijual Lia, juga ada di lapak yang dibuka suaminya. Lantas kenapa harus dua lapak?

Menurut Lia. Dua lapak ini untuk memperluas jangkauan dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan aneka  produk murah. Kalau Lia kurang sehat atau tidak buka,  maka Syafrizal tetap buka lapak. Jadinya, pelanggan dan masyarakat Batam tetap bisa mendapatkan produk-produk murah untuk anak sekolah dan lainnya. (*)

Reporter: Suprizal Tanjung

SALAM RAMADAN