Senin, 16 Februari 2026

Pemko Batam Liburkan Sekolah Sementara di Rempang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Akibat kericuhan Rempang, beberapa pelajar menjadi korban gas air mata.
Salah seorang siswa pingsa usai terkena dampak gas air mata, dalam kericuhan di Jembatan 4, Rempang, Batam, Kamis (7/8). Foto dari tangkapan layar video masyarakat.

batampos – Pemerintah Kota Batam meliburkan aktivitas sekolah yang ada di wilayah terdampak relokasi di Pulau Rempang. Hal ini pasca terjadinya bentrokan, ada beberapa anak-anak yang menjadi korban gas air mata.

Menutup sementara aktivitas sekolah diusulkan hingga keadaan kondusif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rudi Panjaitan mengatakan anak-anak sekolah memang belum ada rencana dipindahkan, makanya mereka bersekolah seperti biasa.


“Gas air mata tidak diarahkan ke sekolah. Tadi keadaannya warga yang menolak lari ke pekarangan sekolah, sehingga bias dari gas air mata masuk ke sekolah, dan ada anak-anak yang terdampak,” kata Rudi saat dihubungi, Kamis (7/9).

Baca Juga: 10 Pelajar dan Satu Guru Dilarikan ke IGD RSUD, Akibat Bentrok di Rempang

Rudi menyebutkan ada 11 korban yang terpapar gas air mata. Satu orang guru, dan lainnya merupakan anak sekolah. Saat ini semua sudah berada dalam perawatan di RSUD Embung Fatimah Batam.

Ia menyebutkan proses relokasi masih dalam tahap sosialisasi. Sekolah masih difungsikan hingga pagi tadi. Namun dalam waktu dekat ini harus diliburkan sementara.

Ia mengimbau kepada warga agar bisa menjaga kondusifitas, guna menghindari adanya tindakan melawan hukum.

“Kami berharap warga bisa turut mendukung investasi,” sebutnya. (*)

 

Reporter: YULITAVIA

Update