batampos – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Karas, Sabtu (23/9). Pada kunjungannya kali ini, Sirajudin Nur melakukan peresmian gapura pelabuhan, hasil dari pokir-nya, sekaligus memberikan bantuan berupa jaket pelampung atau life jacket untuk kelompok nelayan di Pulau Karas.
Tak itu saja. Kedatangan politikus PKB yang sudah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri dua kali berturut-turut ini ke Pulau Karas yang disambut puluhan masyarakat nelayan, juga untuk meninjau fasilitas umum, dan berdialog dengan masyarakat mengenai kondisi dasar yang ada di Pulau Karas.
Pada kunjungannya kali ini, Sirajudin mendapati beberapa fasilitas dasar, dalam kondisi kurang memadai, seperti misalnya jalan umum yang rusak, pembangkit listrik yang kerap byar pet. Ada lagi air bersih yang sulit didapat, mangkraknya proyek air bersih PUPR yang sampai saat ini tak berfungsi, serta bangunan sekolah yang sebagian sudah mengalami kerusakan.

“Pulau Karas sebagai kawasan padat penduduk di Kecamatan Galang, yang dihuni kurang lebih sebanyak 3 ribu jiwa, sangat penting untuk menjadi perhatian pemerintah kota dan provinsi, untuk diberikan dukungan anggaran yang cukup, untuk membenahi fasilitas dasar wilayah, termasuk pengembangan kapasitas ekonomi warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan ini,” ujar pria kelahiran 11 Juni 1973 ini.
Tak hanya infrastruktur dasar seperti jalan rusak maupun proyek air bersih yang mangkrak saja. Sirajudin juga mendapati akses terhadap program kesejahteraan sosial seperti misalnya PIP, KIP, UEP, KUR dan masih banyak lainnya, masih sangat rendah.
“Kami ingin pemerintah daerah memberi perhatian yang serius terhadap kehidupan masyarakat di hinterland, khususnya anggaran pembangunan yang berkeadilan. Hal itu harus dilakukan, agar dampak pembangunan, bisa menyebar hingga ke pelosok pulau-pulau, dan tak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan saja. Intinya anggaran dari pemerintah untuk pembangunan harus merata di semua lini, baik di wilayah mainland maupun hinterland, jangan terlalu timpang,” tegasnya mengakhiri. (*/adv)



