
batampos – Pemerintah pusat membatasi pembelian beras di ritel modern maksimal 10 kilogram per orang. Ketentuan ini dilakukan untuk mengintervensi laju kenaikan harga beras di dalam negeri.
Namun hal tersebut tak berlaku untuk Batam. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menegaskan, kebijakan pemerintah pusat itu tak diterapkan di Batam. Sebab, stok beras di Batam mencukupi bahkan berlebih.
“Informasi di pusat tak berlaku di Batam. Karena untuk sekarang hingga akhir tahun, stok di Batam sangat aman bahkan berlebih,” ujar Gustian kepada Batam Pos.
Dijelaskan Gustian, tak hanya stok beras, untuk harga beras di Batam juga berbeda dengan daerah lain. Harga eceran tertinggi beras pun masih dibawah nasional yang sudah mencapai Rp 16 ribu per kilogram.
Baca Juga: Harga Beras Naik Terus, Pedagang Jadi Pusing
“Harga beras di Batam masih dibawah nasional, HET beras kualitas terbaik saja tak sampai Rp 15 ribu per kg. Atas perintah pak Walikota, meminta agar stok beras di Batam jangan menyusahkan masyarakat, ” ujar pria yang pernah menjabat Kepala BPM Kota Batam ini.
Menurut dia, stok beras di Batam sangat banyak. Karena itu, beberapa daerah seperti Bintan dan Karimun juga mendapat suplai beras dari Batam.
“Stok berlebih, malah beras dari Batam kirim ke daerah-daerah Kepri lainnya. Jadi untuk stok, Alhamdulillah Batam tak ada masalah, sehingga tak ada pembatasan,” sebutnya.
Ia juga meminta masyarakat harus pandai memilah informasi yang benar. Jangan sampai informasi yang tak benar di edarkan kemudian membuat masyarakat lainnya jadi panic buying.
“Jadi masyarakat diimbau tidak panik, jangan panic buying terhadap informasi di daerah lain. Karena perlu saya tegaskan, kondisi di Batam berbeda dengan daerah lain. Contohnya minyak goreng dulu, daerah lain sudah kosong, di Batam aman-aman saja. Jadi tetap tenang, karena untuk semua jenis sembako aman dan normal,” jelas Gustian.
Baca Juga: Ekspor Batam Turun US$ 23,11 Juta, Ini Negara Tujuan Ekspor Terbesar
Tak hanya itu, Gustian juga akan bersurat ke supermarket, swalayan, bahkan retail modern untuk tak membatasi pembeliaan beras. Sebab, stok beras di Batam sangat aman.
“Jadi saya minta tak ada swalayan atau supermarket yang membatasi pembelian beras, ” tegasnya lagi.
Disisi lain, Gustian Riau juga membantah adanya peredaraan beras merk TW di Batam. Ia dengan tegas menjelaskan, tak ada beras merek TW beredar di Batam.
“Tak ada beras TW, saya juga tak dapat informasi terkait peredaran beras merk itu, ” tegas Gustian. (*)
Reporter: Yashinta



