
batampos – Satu dari tiga SPBE di Batam belum bisa beroperasi maksimal. Hal itu terjadi karena ambruknya tangki gas di SPBE Kabil.
Sales Brand Manager PT Pertamina di Kepri, Gilang Syam mengatakan saat ini SPBE yang rusak itu sudah selesai diperbaiki. Namun untuk operasi SPBE itu belum bisa dimaksimalkan karena masih masa pemulihan.
“Karena kondisinya sempat ambruk, tapi sudah selesai diperbaiki. Saat ini masih masa pemulihan, ” jelas Gilang.
Baca Juga: Tidak Bayar Pajak, Data Kendaraan Dihapus
Akibat masa pemulihan, maka operasi SPBE itu hanya untuk PSO atau gas non subsidi. Namun, Gilang memastikan masa pemulihan tak akan lama.
“Di masa pemulihan, penyaluran masih khusus PSO, atau gas non subsidi. Untuk subsidi masih belum. Mudah-mudahan minggu depan bisa maksimal,” paparnya.
Disinggung terkait penyaluran gas di pangkalan-pangkalan, Gilang tak membantah adanya kendala karena satu dari tiga SPBE belum bisa beroperasi maksimal. Tapi ia memastikan, untuk stok gas melon dipastikan aman atau tidak kurang.
“Ya memang sedikit tersendat. Tapi saya pastikan untuk kuota atau stok gas di Batam sangat aman,” kata Gilang.
Baca Juga: Keterlambatan Pendistribusian Gas Masih Terjadi
Sementara itu, beberapa pangkalan gas di beberapa wilayah Batamcenter dan Nongsa masih banyak yang kosong. Hal itu menyebabkan, banyak warga yang kesulitan untuk mendapatkan gas.
Seperti pangkalan di kawasan Sambau Nongsa, ternyata sudah hampir lima hari tidak mendapat penyaluran gas melon. Terakhir kalinya, ia mendapat penyaluran gas dari agen pada hari Sabtu.
“Gas belum datang, sudah lima hari kosong. Infonya hari ini mau datang, tapi masih belum datang, ” ujar wanita yang enggan namanya disebut.
Dikatakan, banyak warga yang mengeluh karena tak mendapatkan gas melon. Ia pun jadi bingung, karena hampir tiap hari ditanyain warga apakah gas sudah datang apa tidaknya.
“Ditanya tiap hari, gas datang kapan. Bingung juga saya, ” jelasnya. (*)
Reporter: Yashinta



