Minggu, 15 Februari 2026

Warga Rempang yang Sudah Mendaftar Minta Kepastian

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Warga Rempang yang bersedia direlokasi meminta kepastian kepada pemerintah terkait proses pemindahan sementara mereka ke Pulau Batam. Pasalnya sampai saat ini baru sebagian kecil warga atau keluarga yang dipindahkan. Jumlahnya baru sekitar 20 kepala keluarga (KK) dari total 317 keluarga yang sudah mendaftar di trip pertama.

Ini jadi persoalan serius sebab ada gejolak dan tekanan batin bagi mereka yang sudah dipindahkan maupun yang belum.


Mereka yang sudah pindah merasa tak tenang, khawatir program relokasi ini gagal karena melihat perkembangannya yang lambat. Seandainya harus kembali lagi ke kampung asal tentu akan jadi bahan perbincangan dan cemoohan masyarakat yang sedari awal menolak direlokasi.

Begitu juga dengan warga yang sudah mendaftar namun belum dipindahkan ke Batam, selalu risau dengan waktu pemindahan yang tidak pasti.

“Warga Sungai Buluh masih banyak belum dipindahkan, termasuk saya. Sudah mendaftar hampir satu bulan. Bagaimana ini?” ujar Erna, salah seorang warga.

Selain masalah pemindahan yang belum jelas, perjanjian dengan warga juga dianggap berubah. Lokasi relokasi, misalnya, semula dijanjikan kampung atau kota baru di Dapur Tiga, kini malah digadang-gadang ke lahan kosong dekat Kampung Tanjung Banun.

Masyarakat yang sudah mendaftar dan pindah dibuat dilema. Mereka belum mendapatkan penjelasan pasti dari pihak pemerintah terkait keresahan mereka ini.

Imbasnya terjadi konflik sesama warga.

“Mohon ini diselesaikan. Pindahkan dulu semua yang sudah daftar dan bersedia pindah. Amankan dulu yang sudah daftar ini. Jangan sampai sesama kami masyarakat yang ribut, ” ujar Yana, warga yang sudah pindah ke Batam.

Dalam grup Whatsapp masyarakat Rempang terpantau penuh dengan pertanyaan dan keluhan serupa. Masyarakat yang sudah mendaftar banyak yang mempertanyakan kapan mereka bisa dipindahkan.

“Tolong ini segera diselesaikan. Jangan sesama kami di sini diadu domba. Mohon keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan satu lagi, pemerintah juga harus konsisten dengan kesepakatan awal, ” ujar Rusdi, warga Rempang lainnya. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Update