
batampos– Dinas Kesehatan Kota Batam memberikan fasilitas Ultrasonografi (USG) pada ibu hamil di puskesmas di Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, saat ini sebanyak 21 puskesmas di Kota Batam sudah memiliki layanan ultrasonografi (USG) 2 dimensi gratis yang diperuntukkan bagi ibu hamil.
“Pengadaan USG sudah terpenuhi di seluruh puskesmas Kota Batam yakni sebanyak 21 puskesmas,” ujar Didi, Jumat (13/10).
Menurutnya, sebanyak 23 orang dokter yang tersebar di 21 puskesmas se-Batam telah dilatih menggunakan USG 2D ini. Didi berharap, melalui pelayanan USG 2D gratis diharapkan akan bisa menekan angka kematian yang terjadi pada ibu dan anak. Dimana lewat USG, maka petugas akan bisa memeriksa bayi apakah dalam kondisi normal atau tidak normal.
BACA JUGA: Belum Ada Perintah Relokasi, Puskesmas di Galang Tetap Layani Masyarakat
“Layanan USG untuk cek kehamilan dan kandungan di tingkat puskesmas merupakan tranformasi layanan kesehatan dan juga sebagai upaya pemerintah untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas,” ucap Didi.
Lewat layanan USG ini, apabila terjadi kelainan lainnya bisa segera dirujuk untuk konsultasi ke dokter di rumah sakit agar mendapat penanganan lebih lanjut. Hal ini agar bayi yang lahir tidak mengalami stunting. USG gratis dilakukan 2 kali selama kehamilan yaitu pertemuan pertama dan pertemuan kelima.
“Puskesmas kita di Batam sudah canggih. Silahkan bagi para ibu hamil bisa ke puskesmas,” tuturnya.
Pemenuhan USG di puskesmas merupakan upaya pemerintah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pada Saat ini angka kematian Ibu (AKI) nasional masih diangka 305 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH), dan angka kematian bayi 16.8 per 1000 KH belum mencapai target RPJMN yang ditentukan yaitu AKI 183 per 100.000 KH dan AKB 16 per 1000 KH di tahun 2024.
Untuk kota Batam sendiri kata Didi, di tahun 2022 Angka Kematian Ibu 65, 88 per 100.000 KH dan angka kematian bayi adalah 2.67 per 1000 KH. Meskipun data Kota Batam masih jauh dari angka nasional, namun angka kematian Ibu dan bayi harus terus menurun. “Salah satunya dengan upaya penyediaan pemeriksaan antenatal berkualitas tinggi dan teratur selama kehamilan ini, ” pungkasnya. (*)
reporter: rengga



