Minggu, 15 Februari 2026

PSDKP Batam Kenalkan Program Ekonomi Biru kepada Pelajar dan Mahasiswa

spot_img

Berita Terkait

spot_img
PSDKP Batam sosialisasi kepada siswa SD tentang Program Ekonomi Biru KKP.

batampos – Jajaran Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) melakukan rangkaian bakti sosial dalam rangka syukuran atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 24, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bulan Oktober ini. Kegiatan yang dikemas dalam program bulan bhakti KKP dilaksanakan di empat wilayah yakni Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi dan Kepri.

Kepala PSDKP Batam Turman Hardianto Maha menuturkan, baksos ini meliputi sosialisasi kepada siswa SD, SMP, SMA hingga Mahasiswa tentang Program Ekonomi Biru KKP, donor darah, pemberian beasiswa untuk anak nelayan, layanan kesehatan gratis untuk masyarakat pesisir, PSDKP Mengajar, Open Ship Joy Sailing, Donor Darah serta penanaman 1000 pohon mangrove sekaligus bersih pesisir pantai.

Baca Juga: Peningkatan Kinerja Ekonomi Hampir di Seluruh Lapangan Usaha, Ekonomi Batam Tumbuh 6,84 Persen


“Semua sudah kita lakukan dan ini bakti kami untuk masyarakat di wilayah kerja pangkalan PSDKP Batam,” ujar Turman.

Untuk program PSDKP mengajar, jajaran PSDKP memberikan pengarahan dan sosialisasi tentang program blue ekonomi yang mana semua pihak harus menjaga ekosistem laut dengan tertib membuang sampah.

“Sampah masih jadi persoalan serius dengan pesisir pantai, ini yang kita tekankan untuk mendukung program blue ekonomi tadi,” kata Turman.

Baca Juga: Hendak Dibawa ke Malaysia, Penyelundupan Benur Senilai Rp 19 Miliar Digagalkan

Selain itu dalam sosialisasi itu, PSDKP juga memperkenalkan sekolah gratis yang dibawah naungan KKP.

Untuk baksos belajar bersama kapal pengawasan, siswa dan mahasiswa yang ikut cukup senang karena bisa menyaksikan langsung kegiatan pengawasan dari kapal pengawas KKP.

“Antusias siswa sangat baik. Mereka cukup paham untuk masalah menjaga ekosistem laut, setelah kita ajak ikut berlayar,” kata Turman. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Update