Senin, 13 April 2026

Sirajudin Nur Dorong Posyandu Manfaatkan Teknologi Informasi

Cegah Stunting di Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Penanganan stunting atau gizi buruk, saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah. Salah satu upayanya yakni dengan memaksimalkan peran posyandu selaku lembaga kemasyarakatan yang memiliki kedudukan sangat strategis dalam meningkatkan pelayanan bidang kesehatan di masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting.

F. TIM SIRAJUDIN NUR
ANGGOTA Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur memaparkan pentingnya teknologi informasi oleh posyandu dalam mencegah stunting di Kepri, di hadapan puluhan kader Posyandu di Belian Batam.

Hal tersebut ditegaskan oleh anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur, saat menghadiri acara advokasi kesehatan bidang stunting bersama mahasiswa Unrika Batam di Posyandu Kelurahan Belian Batam.

Keberadaan kader posyandu sendiri, dijelaskan politikus PKB yang sudah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri selama dua periode berturut-turut dari dapil Batam ini, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting.

“Oleh karena itulah, posyandu sebagai garda terdepan dalam pemenuhan kesehatan dasar, sekaligus peningkatan gizi masyarakat, memiliki peran yang sangat penting,” terang calon anggota DPD RI 2024 dari dapil Kepri ini.

Posyandu sendiri, lanjut kakak asuh stunting Provinsi Kepri ini, merupakan upaya kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan dari dan oleh, serta untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan masyarakat.

Agar dalam meningkatkan kualitas pelayanan, dan kualitas manajerial posyandu, pria kelahiran 11 Juni 1973 ini mengusulkan, sudah saatnya posyandu di Kepri, memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan sistem pencatatan dan pelaporan.

Pencatatan yang dimaksud yakni sistem pencatatan tumbuh kembang anak yang lebih sistematis, tepat waktu dan terintegrasi.

“Dengan adanya pencatatan berbasis elektronik ini, akan lebih mempermudah dalam memantau tumbuh kembang anak, sehingga deteksi dini stunting bisa dilakukan di tengah masyarakat,” tegas Sirajudin Nur.

Kehadiran aplikasi posyandu berbasis elektronik, diharapkan Sirajudin, bisa menjadi solusi atas permasalahan pemantauan tumbuh kembang anak dan balita.

“Pemantauan tumbuh kembang yang baik, diharapkan akan memudahkan dalam mendeteksi dini kasus stunting di masyarakat, yang pada akhirnya dapat mendorong penurunan angka prevalensi stunting di Kepri,” ujarnya mengakhiri. (adv/*)

 

Reporter: GALIH ADI SAPUTRO
Editor: RATNA IRTATIK

UPDATE