
batampos – Thiess sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan global, bergabung di Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK). Thiess akan menjadi Kawasan Industri Terpadu Kabil sebagai lokasi perbaikan truk baru.
Keberadaan Thiess ini demi menyokong armada truk tambang yang beroperasi di Indonesia dan Australia. Setidaknya ada 650 truk yang akan mencapai akhir masa pakainya, dalam delapan tahun mendatang. Sehingga memerlukan pergantian atau perbaikan.
Group Executive Chair & CEO Thiess, Michael Wright mengatakan, fasilitas perbaikan truk baru di Kabil adalah, bagian yang tak terpisahkan dari inisiatif strategis.
“Strategi untuk melengkapi Thiess dengan kendali lebih atas program penggantian dan perbaikan aset kami, serta memberikan hasil keuangan dan keberlanjutan yang lebih baik bagi klien dan pemegang saham kami,” kata Michael Wright.
Baca Juga: Investasi Singapura Terbesar, KIIE Kawasan Terbaik dan Ekspor Tertinggi PT Ecogreen Oleochemicals
Michael mengaku senang, telah mengamankan proyek yang berlokasi di Indonesia dan Australia. Ia meyakini, dengan fasilitas kelas dunia serta layanan transportasi dan logistik, serta profesionalisme dan dukungan dari Kabil Estate.
Michael mengatakan, hal itu memungkinkan mobilisasi yang cepat, dan Thiess berada dalam jalur untuk memulai produksi pertama di Desember 2023.
“Fasilitas perbaikan ini juga membangun sebuah platform bagi Thiess, untuk menjelajahi teknologi dekarbonisasi dan bahan bakar alternatif. Selain itu, kesempatan untuk menyediakan layanan ini bagi klien kami di masa depan,” ujar Michael.
Thiess Batam Engineering General Manager, Daryl Albury menambahkan, fasilitas baru Thiess di KITK akan memungkinkan untuk mengatur ulang masa penggunaan hingga 160 truk per tahun menjadi nol jam.
Tentunya, melalui perbaikan menyeluruh, termasuk semua komponen utama, pembaruan sistem listrik lengkap, dan mengembalikan semua komponen aus menjadi spesifikasi orisinil produsen peralatan, atau original equipment manufacturer (OEM).
Baca Juga: Kawasan Industri Tunas Prima Tarik Investasi hingga Rp 20 Triliun
“Perbaikan zero hour diharapkan dapat memperpanjang masa pakai setiap truk pertambangan Caterpillar Thiess, sebesar 40.000 hingga 60.000 jam lagi,” tuturnya.
Saat ini, fasilitas perbaikan Thiess sudah ada di Perth, Brisbane, dan Hunter Valley di Australia, serta di Balikpapan di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Kawasan Industri Terpadu Kabil Group, Kris Wiluan menyambut baik kedatangan Thiess. Ia mengatakan, masuknya Thiess ke Kabil, menjadi tambahan yang bernilai bagi KITK.
“Dengan infrastruktur canggih, lokasi strategis, dan fokus pada keberlanjutan. Kami berharap dapat memberikan keunggulan kompetitif kepada Thiess dalam operasinya di Indonesia dan Australia, sambil mendukung inisiatif ramah lingkungan,” ujar Kris. (*)



