Minggu, 15 Februari 2026

Pasien Cacar Monyet Minta Isolasi Mandiri

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam memulangkan pasien positif monkeypox atau cacar monyet yang ditemukan di Batam. Pasien meminta isolasi mandiri karena biaya pengo-batan tak ditanggung pemerintah dan BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, sebelumnya pasien menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Embung Fatimah. Menurut aturan, pasien cacar monyet wajib menjalani isolasi selama 24 hari.
Didi juga mengatakan, awalnya pasien menjalani serangkaian tes hingga pengambilan swab dan diuji di laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Batam.

”Hasilnya sudah keluar, positif. Kami langsung rujuk untuk menjalani isolasi ke RSUD Embung Fatimah. Namun hari ini (kemarin, red) sudah kami pulangkan,” ujarnya.
Ia membenarkan pasien lebih memilih menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Ini dikarenakan perawatan tidak ditanggung pemerintah maupun BPJS Kesehatan.


”Harusnya dirawat atau isolasi 24 hari. Kendalanya adalah tidak ditanggung BPJS, padahal dia punya. Begitu juga dengan pemerintah. Kami masih koordinasi dengan pihak Kemenkes soal ini. Karena kami mau nyari atau tracing, tapi nanti yang bayar perawatan siapa. Kalau BPJS mau nanggung, kalau ada pasien tak punya BPJS tinggal kita masukkan ke Jamkesda. Masalahnya BPJS tidak menanggung,” jelasnya.

Didi menjelaskan, untuk kasus cacar monyet, pasien harus meminimalisir bersentuhan dengan orang lain. Apalagi penularan melalui telapak tangan cukup berisiko. Karena gejala itu dari telapak tangan. Banyak aktivitas yang dilakukan melalui telapak tangan.

Untuk mencegah penularan, penting sekali mengurangi sentuhan dengan orang lain. Sehingga bisa meminimalisir dampak penularan.”Misalnya penggunaan peralatan di rumah tangga. Misalnya gelas yang habis dipegang pasien, terus dipegang sama anggota keluarga lainnya. Ini akan berisiko penularan. Karena ada luka di telapak tangan. Kalau ada bersinggungan segera cuci tangan dengan sabun,” pinta Didi.

Untuk itu, sangat penting sekali isolasi bagi pasien cacar monyet. Pasien yang dinyatakan positif diminta menjalani isolasi, guna meminimalisir penularan ke pihak lain.
Didi menambahkan, untuk penelusuran kontak erat atau tracing pasien sudah dilakukan oleh petugas medis. ”Keluarga dan teman dekat sudah kami tes. Kami ambil sampel dan swab. Semua negatif dan hanya pasien ini yang positif cacar monyet,” ujarnya.

Didi meminta, jika ada warga Batam yang mengalami gejala monkeypox, segera mendatangi puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih awal.

”Saat ini kami uta-makan tracing dulu. Kalau perawatan paling disarankan untuk isolasi mandiri. Masalahnya itu tadi, soal biaya yang harus mereka keluarkan untuk perawatan,” imbuhnya.

Menurutnya, penularan penyakit ini melalui kelenjar saliva (air liur), dan bersentuhan langsung. Termasuk juga berhubungan seksual.

Ia mengimbau kepada warga Batam menjaga perilaku hidup sehat dan setia pada pasangan. Jika memiliki gejala serupa, segera memeriksakan diri.

”Deteksi dini mungkin akan meminimalisir penularan dari penyakit ini,” imbau Didi.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk pengawasan di pelabuhan. Gejala cacar monyet di telapak tangan, mudah dideteksi. Namun di bagian lain akan sulit terpantau di jalur perlintasan manusia seperti pelabuhan atau bandara.

”Saya pastikan dulu apakah KKP sudah dinotif oleh Dinkes terkait kasus satu ini. Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian, tetap diwaspadai. Temuan tambahan kasus di luar Jawa itu ada di Batam. Kami berharap warga bisa menjaga diri agar tidak terpapar,” tutupnya.

Sementara itu, Humas RSUD Batam Ellin, membenarkan ada pasien berjenis kelamin laki-laki sempat dirawat di ruang isolasi. ”Iya ada, masuk sejak 11 November lalu dan sudah mendapatkan penanganan medis di ruangan isolasi,” ujar Ellin.

Seperti diberitakan Batam Pos sebelumnya, ditemukan satu pasien baru penyakit cacar monyet di Indonesia, yakni di Batam. Penderita berusia 23 tahun, berjenis kelamin laki-laki, bertempat tinggal di Kecamatan Lubukbaja, Batam.

Pasien mengaku tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota, juga tidak pernah melakukan kontak dengan orang yang terduga monkeypox.

Gejala cacar monyet berupa demam, lelah, kemudian muncul sejumlah ruam di sekitar tubuh, seperti telapak tangan, telapak kaki, alat kelamin serta ruam pada area bokong. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA / EUSEBIUS SARA

Update