batampos – Pekan terakhir bulan November, sejumlah komoditas harga bahan pangan terpantau naik. Kenaikan mencolok terjadi pada cabai merah keriting, cabai setan, hingga cabai rawit.

Sejumlah warga memilih cabai yang akan dibelinya di Pasar Botania 2, Batam Kota, Selasa (21/11). Stok menipis diduga jadi penyebab kenaikan harga cabai.
etua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, kenaikan harga cabai disebakan karena stok cabai yang menipis. Sehingga, terjadi pergolakan harga.
Harga komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga pada minggu IV November yaitu cabai merah keriting yang harganya naik dari Rp 65 ribu jadi Rp 75 ribu.
Penyebabnya, stok sedikit. Sementara, cabai rawit hijau seharga Rp 65 ribu per kilogram, bawang merah mengalami kenaikan harga dari Rp 32 ribu per kilogram ke harga Rp 36 ribu per kg dikarenakan stok yang sedikit.
”Untuk beras sudah turun. Walau masih ada beberapa komoditas pangan yang harganya masih harus kita tekan. Termasuk soal cabai,” kata Jef-ridin saat Rapat Koordinasi
Pengendalian Inflasi Daerah Minggu IV Bulan November Tahun 2023, bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Senin (27/11).
Jefridin menyampaikan bahwa pada pekan keempat November 2023, ada penurunan harga pada komoditas beras medium. Hal tersebut disampaikan Jef-ridin berdasarkan data perkembangan harga komoditi pangan Tim Monitoring, yang diterimanya terhitung tanggal 20-24 November 2023.
“Pada Minggu ketiga lalu, bahan pokok beras medium berada pada harga Rp 13.500 ribu per kilogramnya. Kemudian, pada minggu keempat ini alhamdulillah terjadi penurunan harga menjadi Rp 12.800 ribu per kilogram,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dinilai berhasil menekan kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras. Jelas Jefridin, keberhasilan ini tidak lain berkat program Pemko Batam dalam mengintervensi harga pasar.
Untuk menekan angka inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok ini, Pemko Batam telah melakukan berbagai upaya intervensi terutama pada komoditas beras.
”Kita laksanakan program pasar murah, sembako bersubsidi, penyaluran beras gratis dan sembako gratis bagi KPM PKH yang saat ini masih berlangsung,” terang Sekdako Batam ini.
Tambahnya, bahwa harga beras saat ini mengalami kenaikan terutama di daerah penghasil. Di Pulau Jawa, harga beras diketahui mencapai harga Rp 16 ribu per kilogram.
Ia berharap, dengan berbagai upaya dan program pemerintah dalam mengintervensi harga pasar ini, dapat meringankan beban perekonomian masyarakat Kota Batam.
Sedangkan untuk harga gula pasir, masih stabil di harga Rp 15 ribu per kilogram. Pak Wali terus berkomitmen mengintervensi kenaikan harga-harga ini,” jelasnya. (*)



