
batampos – Berbagai modus operandi kejahataan terjadi di wilayah laut, seperti penyelundupan, trafficking dan lainnya. Hal itu dikarenakan Indonesia memiliki wilayah laut yang luas, apalagi beberapa daerah Indonesia berada di perbatasaan dengan negara luar.
Kepala Badan Diklat (Badiklat) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Tony T Spontana beserta jajaran Badan Diklat Kejaksaan Republik Indonesia bekerjasama dengan UNODC menyelenggarakan Diklat tentang Maritme Trafficking Route Southeast Asia (MTR-SEA) bertempat di Hotel Harris Resort Barelang.
Acara yang dihadiri oleh Kepala Kejati Kepri yang diwakili Asisten Intelijen Tengku Firdaus dan Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Bapak I Ketut Kasna Dedi. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 5 hari, mulai Senin, (27/11) hingga Jumat, (1/12).
Baca Juga: Masuk Masa Kampanye, Bawaslu Batam Mulai Pengawasan Peserta Pemilu 2024
Sembilan peserta yang terdiri dari Internal Kejaksaan yaitu Jaksa pada beberapa Satuan Kerja terkhusus pada wilayah dengan tipologi kepulauan dan terdapat juga peserta dari UNODC yang juga berprofesi sebagai Jaksa pada Negara Filipina (State Prosecutor).
“Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas, termasuk di dalamnya wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Sebesar tiga perempat dari total wilayah indonesia atau sekitar 5,8 juta Km2, yang dikelilingi oleh garis pantai sepanjang 95.200 Km,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Andres Tarigan yang juga menjabat Humas Kejari Batam.
Fakta fisik inilah yang membuat Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Di balik luasnya perairan indonesia dengan sumber daya lautnya yang melimpah tentu saja merupakan aset yang berharga dalam rangka pembangunan perekonomian di Indonesia.
“Namun demikian, Indonesia juga dihadapkan dengan berbagai permasalahan kejahatan transnasional yang biasa terjadi di laut seperti illegal fishing, penyelundupan narkoba, human trafficking/penyelundupan manusia, boat people (manusia perahu), terorisme dan perompakan di laut,” tegas Andres.
Baca Juga: Kepri Masih Rawan Peredaran Narkotika, Kapolresta Barelang Beberkan Buktinya
Menurut dia, Indonesia dan Filipina memiliki banyak kesamaan. Kedua negara sama-sama terletak di kawasan Asia Tenggara, serta mempunyai kesamaan kondisi geografis sebagai negara kepulauan dengan areal laut yang cukup luas.
“Permasalahan penegakkan hukum terhadap kejahatan transnasional yang terjadi di laut termasuk kasus-kasus yang terjadi di perbatasan kedua negara. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk terus meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum di bidang kemaritiman dengan baik,” jelas Andreas.
Dikatakannya, kegiatan selama pelatihan diantaranya peningkatkan kolaborasi dan saling berbagi pengalaman. Berinteraksi satu sama lain akan memperkaya pengalaman dan membangun jaringan yang lebih kuat di antara kita dan di kedua negara.
“Selama pelatihan ini, peningkatkan kolaborasi dan saling berbagi pengalaman. Berinteraksi satu sama lain akan memperkaya pengalaman dan membangun jaringan yang lebih kuat di antara kita dan di kedua negara,” ucapnya. (*)
Reporter: Yashinta



