
batampos – Sektor properti di Kota Batam dalam kurun waktu terakhir terus mengalami peningkatan. Tak terkecuali untuk tahun 2023 ini, sektor properti di Kota Batam meningkat 6-7 persen dibandingkan tahun 2022 lalu.
Dari beberapa kategori properti yang disediakan, untuk kelas menengah atau komersil itu paling laris di pasaran Batam. Kemudian disusul untuk properti kategori menengah ke atas.
Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan mengatakan kurun waktu 2-3 tahun ini sektor properti di Batam terus berkembang. Banyak proyek-proyek baru yang launching di berbagai kawasan di Kota Batam.
Baca Juga: Grand Opening Mr. B Coffee x Lightbox, Tawarkan Beragam Minuman dan Makanan Diet
“Perkembangan sektor properti bagus. Hampir setiap saat ada launching produk properti,” ujar Achyar.
Dibanding tahun 2022 lalu, perkembangan properti di Batam hingga akhir November berkisar 6-7 persen. Hal itu membuktikan, Kota Batam masih sangat seksi, khususnya bagi perkembangan properti.
“Dibanding 2022 lalu, perkembangan properti 6-7 persen. Ini sudah angka yang bagus,” jelasnya.
Menurut dia, pembangunan properti di Batam lebih ke rumah tapak. Bahkan dari 3 kategori properti di Batam, diantaranya subsidi, menengah dan menengah atas. Kategori properti menengah paling banyak peminatnya.
“Kalau dipersentasikan, untuk properti subsidi hanya 10 persen, menengah 60 persen dan menengah keatas 30 persen. Properti menengah banyak dilirik, karena harganya yang masih bersahabat,” terang Achyar.
Baca Juga: Batam Berharap Kunjungan Turis dari Malaysia Lebih Banyak Lagi
Masih kata Achyar, harga rumah menengah di Batam dijual mulai Rp 200 jutaan-600 juta. Sedangkan rumah menengah keatas dijual Rp 600 jutaan keatas, dengan spesifikasi yang lebih dibanding rumah menengah.
“Untuk rumah subsidi kenapa terbatas, karena memang lahan untuk rumah subsidi sangat terbatas. Hampir setiap penjualan rumah subsidi itu sold out semua,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



