
batampos – Untuk mendorong agar penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepri terus melakukan monitoring. Salah satu langkah monitoring yang diterapkan, khususnya bagi distribusi gas 3 kg adalah pemberlakuan pembelian dengan menunjukkan KTP.
Dalam hal ini, Ketua Hiswana Migas Kepri, Harian Haris, pun mengimbau masyarakat agar membeli gas di pangkalan yang resmi saja. Sebab, monitoring lewat pembelian menggunakan KTP hanya sampai pada pangkalan resmi dan bukan pengecer.
Selain itu, menurutnya, gas di pangkalan resmi dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang saat ini berlaku. Monitoring distribusi dan harga gas ini dilakukan secara rutin hingga pada pangkalan-pangkalan di lapangan.
Baca Juga: Pertamina Tambah Kuota Gas 3 Kg, Termasuk di Batam
“Kami imbau masyarakat agar membeli di pangkalan resmi saja, harganya termonitor dan pasti tepat,” imbau Harian.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, mendorong kelancaran pendistribusian elpiji 3 kg. PT Pertamina Patra Niaga sendiri akan menambah kapal untuk mendukung penyaluran gas subsidi, dan memastikan penyaluran tetap dilakukan bahkan di akhir pekan.
“Bulan Februari 2024 mendatang, akan ada dua kapal yang menyalurkan gas LPG. Selama ini masih satu kapal,” ujar Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau.
Selain itu, jadwal penyaluran dari Tanjung Uban ke Batam lewat kapal akan dirutinkan setiap tiga hari sekali. Penyaluran itu juga tidak akan terbatas pada hari-hari kerja saja, melainkan juga akhir pekan.
Ia juga menegaskan bahwa kuota untuk gas dan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite, Solar, dan LPG masih sangat baik dan mencukupi. Untuk saat ini, stok LPG di Batam sendiri bisa memenuhi kebutuhan sampai 1,5 hari.
Baca Juga: Rawan Kecelakaan, Warga Berharap Jalan S Parman Diperbaiki Menyeluruh Bukan Ditambal Sulam
“Saat Nataru kemarin suplai bahkan kami tambah. Tapi mungkin ada beberapa pangkalan gas yang tutup karena pemiliknya libur keluar kota, jadi seolah langka padahal tidak,” jelas Gustian.
Ia menjelaskan, sejak sosialisasi di tanggal 22 Desember 2023 lalu, pihaknya rutin memantau langsung kondisi penyaluran gas yang ada di agen-agen. Bersama-sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas, Disperindag Batam bahkan kerap melakukan pengecekan rutin bersama dua sampai tiga kali sebulan.
“Agen yang nakal kami putus kerjasama. Jangan main-main dengan hal yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kami pastikan tepat sasaran,” tegasnya.
Untuk pengecer juga sudah dilakukan tindakan penyitaan terhadap tabung gas. Pihaknya melakukan penelusuran, dari mana gas ini didapatkan.
“Kami cari agennya. Kalau memang nakal kami tindak tegas. Kami putus kerjasamanya,” imbuhnya. (*)
Reporter: Yulitavia



