
batampos – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Batam, Rafki Rasyid mengatakan pasca Covid-19 yang lalu industri garmen, tekstil, alas kaki, dan industri padat karya lainnya memang mendapat pukulan cukup telak.
Ditambah dengan meletusnya perang Rusia-Ukraina dan perang Israel – Hamas. Masyarakat di pasar global menahan konsumsinya. Sehingga dari tahun ke tahun permintaan terhadap barang-barang konsumsi terus menurun.
Pemerintah sudah berupaya memberikan insentif ke industri padat karya di Indonesia. Tapi permintaan dari konsumen di pasar global masih belum pulih juga. Karena ketidakpastian akibat perang yang masih berlangsung.
Kepada pengambil kebijakan, ia mengimbau untuk menggencarkan lagi promosi investasi ke luar negeri. Ibaratnya kalau bisa, tutup satu tambah sepuluh. Dengan begitu lapangan pekerjaan tetap terbuka di Batam.
“Jika investasi tidak ditambah, kita khawatir tingkat pengangguran terbuka di Batam akan naik lagi,” tutupnya. (*)
Reporter: Yulitavia



